(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 10 Juli saat menerima kunjungan rombongan “Konferensi Kepemimpinan Generasi Muda Dunia HOBY Taiwan 2014”, menyarankan agar para generasi muda dapat lebih banyak menjalin hubungan persahabatan dengan masyarakat dari negara lain, selain itu juga dapat saling mengenal nilai pandang masing-masing pihak. Presiden Ma juga menyatakan keyakinannya terhadap rombongan tersebut untuk dapat menjalin persahabatan dengan generasi muda dari 50 negara bagian di Amerika Serikat atau sekitar 400 orang dari dunia internasional. Ma menyebutkan bahwa kegiatan tersebut selain dapat membina sikap kepemimpinan, juga dapat mengenal kebudayaan dan juga nilai pandang masyarakat dari negara lain, memperkenalkan Taiwan kepada dunia dan menjalin hubungan luar negeri dengan masyarakat negara lain.
Presiden Ma menjelaskan bahwa sejak masa kepemimpinannya, ia telah membuka banyak kesempatan kepada para pelajar asal Daratan Tiongkok untuk dapat sekolah di Taiwan. Hal ini diharapkan dapat lebih memperkaya jalinan hubungan generasi muda antar selat, saling mengenal dan dipercaya akan dapat memberikan bantuan dalam perkembangan perdamaian hubungan antar selat.
Presiden Ma Yieng-jeou mengatakan, “Dalam kurun masa 6 tahun terakhir ini, kami telah membuka banyak peluang bagi para pelajar asal Daratan Tiongkok untuk belajar di Taiwan, diharapkan generasi muda kedua belah pihak dapat lebih cepat untuk berteman, saling mengenal dan hal ini akan banyak membantu untuk melestarikan hubungan perdamaian antar selat.”
Presiden Ma juga menyinggung bahwa dirinya juga pernah mengikuti kelas kepemimpinan yang sebelumnya digelar oleh Kementrian Luar Negeri Amerika, dengan melakukan kunjungan selama 70 hari ke Amerika. Hal tersebut telah memperkaya pengetahuan dalam dirinya sendiri, dan sangat membantu dalam perkembangannya di masa depan. Ma juga menyadari pentingnya jalinan hubungan timbal balik, sehingga saat dirinya duduk di kursi kepemimpinan, ia juga mendorong program liburan sambil bekerja, yang mana kini telah meliputi 11 negara pilihan.