(Taiwan, ROC) – Pusat Kebudayaan Fotografi Taiwan yang dicanangkan oleh Kementrian Kebudayaan, direncanakan akan dibentuk di jalan Chunghsiao West Road Section 1, dekat dengan stasiun kereta api Taipei, dimana bangunan tersebut adalah bekas gedung pusat jalur kereta api umum. Bangunan tersebut didirikan pada tahun 1937 oleh arsitek Jepang, Watanabe Setsu. Gedung tersebut terdiri dari 4 lantai, termasuk di antaranya bangunan dalam gedung, ruang tangga dan juga beranda tengah. Pada masa pendudukan pemerintah Jepang, gedung tersebut dipergunakan sebagai kantor cabang pedagang Osaka di Taipei, yang dibangun pada masa perang dunia ke dua berlangsung. Gedung tersebut pada bulan Mei yang lalu telah dikategorikan sebagai bangunan peninggalan bersejarah oleh Biro Kebudayaan Pemerintah Kota Taipei.
Menteri Kebudayaan Lung Ying-tai menyebutkan bahwa dengan menjadikan bangunan peninggalan bersejarah sebagai tempat lokasi pusat fotografi, bagaikan mendapat hadiah dari langit. Lung menegaskan bahwa hasil karya fotografi adalah saksi hidup sebuah negara dan peradaban kemanusiaan.
Lung Ying-tai mengatakan, “Kami mengetahui sejarah negara kenegaraan, sejarah kemanusian, semua bentuk sejarah kenegaraan, sejarah kemanusiaan, ingatan, foto-foto adalah saksi nyata kehidupan masyarakat. Setelah kami memiliki pusat foto dan film, maka banyak foto atau film yang berserakan di luar, kini telah memiliki rumahnya sendiri, saya rasa, rumah ini sangat penting artinya sebagai landasan penting para fotografer di masa yang akan datang.”
Program yang diluncurkan oleh Kementrian Kebudayaan ini juga mendapatkan bantuan dana dari Anggaran Pembangunan Negara, dan pada masa yang akan datang diharapkan dapat turut dijadikan sebagai bagian dari pembangunan memori sebuah negara.