(Taiwan, ROC) – Perusahaan Asing DTZ pada hari Kamis tanggal 10 Juli melansir angka transaksi properti komersial untuk kuartal II mencapai NT$ 21,438 miliar, dibandingkan sebelumnya meningkat 3 kali lipat, hal ini didukung karena ada 2 proyek yang nilainya melampaui angka NT$ 3 miliar.
Satu hal yang perlu diamati adalah dari 26 proyek, nilai total 4 proyek terbesar tidak mencapai NT$ 1 miliar, sedangkan untuk rumah tinggal hanya 53% saja, ini adalah untuk kedua kalinya secara berturut-turut nilai investasi melampaui jumlah pembeli yang berorientasi untuk investasi, ini menunjukan bahwa para investor mulai beralih untuk menunggu.
Asisten Manager Kantor Konsultan Properti DTZ Taiwan, Jouvilla Hsieh, mengatakan, “Kini jumlah rumah yang dimiliki oleh sang penggunanya sendiri telah berada di bagian yang terdepan, dimana jumlah ini telah mencapai lebih dari setengah pembeli properti. Terlebih-lebih kini telah memasuki kwartal ke dua selama berturut-turut, oleh karena itu, kami menemukan bahwa pembeli properti yang aktif adalah yang membeli rumah untuk dipergunakannya sendiri.”
Volume transaksi lahan di kuartal ke II tahun ini mencapai NT$ 47,7 miliar dimana merangkak ke atas dibandingkan periode sebelumnya yang berarti investasi lahan tidak terganggu oleh kebijakan pemerintah yang ingin menekan harga properti dalam negeri. Selain itu proyek lahan A25 di wilayah Xinyi akhirnya jatuh kepada developer perusahaan asuransi Fubon.
Namun menurut pengamatan pakar penilai harga dari DTZ Yang Chang-ta menilai, karena pemerintah memantau dengan ketat sehingga investasi perusahan asuransi lebih berhati-hati sehingga hal inilah yang mungkin jadi penyebab harga properti sulit untuk ditebak.