(RTI/ANTARA) - Menko Polhukam Djoko Suyanto mengajak semua pihak untuk menyikapi dengan tenang klaim kemenangan masing-masing kubu pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yaitu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden (Pilpres), Rabu (9/7) kemarin.
“Hasil Pilpres yang sah dan resmi adalah hasil penghitungan suara yang secara akumulatif akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli yang akan datang. Hasil hitung cepat yang dirilis oleh lembaga-lembaga survei masing-masing pasangan kandidat belum merupakan hasil akhir,” tegas Menko Polhukam Djoko Suyanto di Jakarta, Kamis (10/7) pagi.
Menko Polhukam juga mengingatkan, bahwa kedua kubu pasangan calon wajib mengajak seluruh pendukungnya untuk bersikap dan bertindak sewajarnya, tidak berlebihan, dan bersama-sama menciptakan rasa aman.
“Segala tindakan yang anarkhis justru akan merugikan bangsa dan negara,” tegas Menko Polhukam.
Menurut Menko Polhukam, proses pencoblosan yang berjalan dengan aman dan damai harus terus dijaga sampai tanggal 22 Juli yang akan datang.