Hari ini(4) presiden Ma Ying-jeou hari bertemu dengan professor Michael Spence, rektor dari universitas Sydney, Australia. Beliau mengatakan, untuk pertumbuhan perekonomian Taiwan terdapat 70% berasal dari ekspor, saat ini secara aktif mencari peluang untuk dapat berpartisipasi dalam kemitraan ekonomi regional. Presiden juga mengutip setelah Taiwan melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Selandia Baru, pada tahun lalu bulan Desember untuk tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan meningkat 73%, ekspor Selandia Baru ke Taiwan tumbuh 37%, sementara untuk eskpor Taiwan di Selandia Baru meningkat 120%, hal ini menunjukkan dengan perjanjian kerjasama tersebut sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, presiden mengharapkan kerjasama Taiwan-Selandia Baru dapat bergerak maju satu langkah ke depan.
Presiden Ma mengatakan: “tahun lalu kami bersama dengan Selandia Baru telah menyelesaikan perjanjian kerjasama ekonomi, dan juga menjalin perjanjian kerjasama ekonomi dengan Singapura, kami berharap dapat memiliki kerjasama dalam aspek ini, bersama dengan Australia melakukan perjanjian kerjasama ekonomi agar dapat terus melangkah maju, sehingga sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.”
Di sisi lainnya, presiden Ma mengatakan, semasa Beliau menjabat secara aktif memperbaiki hubungan antar selat, hingga pada akhir bulan lalu, bersama dengan Daratan Tiongkok telah menandatangani 21 jenis perjanjian kerjasama, sehingga menurunkan ketegangan dengan drastis, hubungan masyarakat antar selat juga semakin bergerak cepat dan erat. Saat bersamaan, untuk urusan masing masing selat juga sedang dijalankan secara resmi, saling menghormati posisi pejabat pemerintah sehingga kondisi ini mencatat sejarah baru dalam hubungan lintas selat.
Presiden Ma mengatakan , Republik Tiongkok mengharapkan dapat memainkan peranan sebagai pembawa damai, memberikan bantuan kemanusiaan, baru-baru ini dengan masalah terkait dengan laut timur dalam rangka menyelesaikan masalah zona pertahanan udara, Beliau mengusulkan pernyataan damai dan keselamatan zona pertahanan udara di laut timur, berharap setiap pihak secara musyawarah damai, berdasarkan hukum internasional untuk menyelesaikan persengketaan, menentukan kode etik laut timur untuk mengurangi ketegangan; presiden Ma juga mengharapkan untuk kawasan ini dapat menjadi laut kerjasama dan laut perdamaian.