(Taiwan, ROC) – Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) yang dilansir dalam situs Lifestlye9, Taiwan berada diurutan ke 2 setelah Jepang menjadi 10 negara yang paling aman di dunia.
Rubrik dalam situs itu menilai tingkat kejahatan, bencana alam, korupsi dan kondisi ekonomi berpengaruh terhadap keamanan sebuah negara dan tentu yang paling besar pengaruhnya adalah tingkat kejahatan.
Sebagai bagian dari daftar nama tersebut, tingkat kejahatan Taiwan berada pada angka 16,26 sedangkan untuk indikasi keamanan 83,74 yaitu tertinggi ke 2. Situs itu menilai, dari sudut tingkat kejahatan dan perampokan, Taiwan termasuk tempat yang paling cocok untuk tinggal, warga yang ramah, tidak perlu khawatir dengan kejatahan maupun perampokan, pada umumnya orang-orang Taiwan sangat jujur.
Disampaikan pula, saat berada di Taiwan sebelum warga asing meminta tolong pasti sudah ada orang yang mengulurkan tangan, banyak wisatawan asing (wisman) yang menilai merasa aman selama berwisata di Taiwan. Keamanan wisman wanita juga terjamin, tidak perlu khawatir bila keluar malam. Taiwan adalah negara yang stabil, setiap warga merasa aman.
Wakil Menteri Dalam Negeri Chen Cweng-jing (陳純敬) hari ini saat menerima wawancara menyampaikan, belakangan tahun ini Taiwan bersikeras untuk meningkatkan keamanan perbatasan, ia merasa tidak terkejut dengan penghargaan itu dan sangat gembira karena kerja keras pemerintah mendapat pengakuan.
Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah menandatangani kerjasama anti teroris dengan Amerika Serikat dan 5 tahun berturut-turut mendapat ranking pertama sebagai negara yang kinerja anti terorisnya baik, kali ini dipilih menjadi negara paling aman ke-2 dunia membuktikan kerja keras pemerintah dalam melindungi keamanan nasional telah munjukan buah hasilnya.
Wamendagri menyampaikan : Kerja keras kita telah mendapat pengakuan, karena Direktorat Imigrasi kita sebetulnya sudah menjalin kerjasama anti teroris dengan Amerika, selain itu, untuk anti perdagangan manusia juga telah mendapat pengakuan dari pakar, kita termasuk paling baik, semua ini adalah buah hasil dari kerja keras beberapa tahun ini, pada kenyataannya mencerminkan kinerja dari ketekunan kita.
Diantara negara-negara di Asia, hanya Tawan dan Korea Selatan yang mendapat evaluasi terbaik dari anti perdagangan manusia. Selain itu, karena kinerja Taiwan di bidang ini cukup baik, maka beberapa saat yang lalu “Pusat Anti Penyeludupan dan Perdagangan Manusia” (HSTC, Human Smuggling & Trafficking Center) menandatangani MoU anti penyeledupan dan perdagangan manusia, sehingga menjadikan Taiwan sebagai negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang menandatangani kerjasama dengan Amerika, ini merupakan tonggak sejarah penting bagi kedua negara dalam melindungi hak asasi manusia.