Pameran “Harta Peninggalan” Museum Istana Nasional di Museum Nasional Tokyo, Jepang berlangsung sejak tanggal 24 Juni, pada hari pertama pameran sudah dipadati 8000 lebih pengunjung, merupakan pengunjung terbanyak dalam sejarah.
Hingga hari ke 10 pameran, arus pengunjung yang datang telah menembus angka 100 ribu orang, pengunjung harus mengantri hingga 3 jam baru dapat dengan mata kepalanya sendiri melihat giok sawi putih, kehebohan ini hampir sama dengan hebohnya saat “Monalisa” dipamerkan di Museum Nasional Tokyo dulu.
Juru bicara Museum Istana Nasional, Jing Shi-hsien mengatakan: Museum Nasional Tokyo memberitakan telah menembus 100 ribu orang, ini merupakan sebuah rekor, ini lebih cepat dari rekor “Monalisa”. Arus pengunjung saat ini sudah dapat dipastikan lebih heboh dari “Monalisa” saat itu.
Jing Shi-hsien membocorkan, keluarga kerajaan Jepang juga sudah mengunjungi pameran “Harga Peninggalan”; tetapi tidak dapat dipastikan apakah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe juga telah mengunjungi pameran ini.
Berdasarkan perjanjian kontrak Museum Istana Nasional dan Museum Nasional Tokyo, giok sawi putih hanya dipamerkan selama 2 minggu, akan ditarik kembali ke Taiwan pada tanggal 7 Juli mendatang. Selain giok sawi putih, batu berbentuk daging yang juga menarik perhatian masyarakat Jepang baru akan dikembalikan ke Taiwan setelah tanggal 5 Agustus. Untuk masyarakat Jepang pecinta lukisan harus menunggu pameran berikutnya, pihak Museum Nasional Tokyo memperkirakan jumlah pengunjung yang datang dapat menembus angka 3 juta orang.