Menghadapi laporan media terkait kritikan “Apakah tidak mengenal diri sendiri”, “Tidak tahukah darimana datangnya presiden” pada presiden ROC Ma Ying-jeou yang dilancarkan mantan presiden Lee Teng-hui, juru bicara partai Kuo Min Tang (KMT), Chen Yi-hsin pada hari jumat tanggal 4 menyampaikan, presiden Ma dalam pembicaraan terkait telah dengan tegas menjelaskan, Republik Tiongkok sudah sejak awal merupakan negara berdaulat, tidak perlu menekankan masalah merdeka.
Presiden Ma Ying-jeou dalam masa lawatannya ke Panama membicarakan acuan Taiwan merdeka dari Partai Progresif Demokratik (DPP), ditegaskan Taiwan tidak harus mengarah pada Taiwan merdeka, aksi tegas ini tidak akan membantu perkembangan hubungan antar selat Taiwan. Lee Teng-hui tanggal 4 Juli, ketika hadir dalam suatu kegiatan menyampaikan, Taiwan adalah negara merdeka, dia (yang dimaksud di sini adalah presiden Ma Ying-jeou) ternyata tidak mengerti, kalau bukan negara merdeka mana mungkin ada presiden. Mantan pres Lee juga menegaskan, hanya kurang satu langkah “Membuktikan” untuk mewujudkan Taiwan merdeka.
Terhadap hal ini, Chen Yi-hsin menyampaikan, dalam wawancaranya presiden Ma menyampaikan, sejak negara ROC berdiri pada tahun 1912 sudah merupakan negara berdaulat, merdeka bukanlah masalah lagi, tidak perlu lagi melakukan penegasan. Dengan kata lain, Presiden Ma Ying-jeou terpilih sebagai presiden sesuai dengan konstitusi ROC, hal ini sudah cukup jelas, seharusnya mantan pres Lee Teng-hui lebih jelas dari orang lain.
Mengenai Lee Teng-hui yang membicarakan posisi Taiwan dan Daratan Tiongkok, Che yi-hsin menyampaikan, saat ini konstitusi ROC menyatakan ada “daerah bebas” dan “daerah Daratan Tiongkok”, merupakan hasil penting amandemen konstitusi tahun 1991 pada saat Lee Teng-hui menjabat sebagai presiden, tetapi kemudian dikembangkan menjadi dasar hokum “hubungan masyarakat antar selat”. Chen Yi-hsin menegaskan, berdasarkan konstitusi yang mengatur posisi antar selat, tidak seharusnya menjadikan itu sebagai “masa lalu” tetapi ini menjadi “masa sekarang ini”
Mengenai pernyataan ketua partai oposisi DPP, Tsai Ying-wen, membekukan acuan Taiwan adalah tugas dari partai DPP, Chen Yi-hsin mengatakan, Taiwan merdeka merupakan masalah besar yang berkaitan dengan 23 juta penduduk Taiwan, juga berpengaruh besar terhadap hubungan antar selat dan hubungan internasional, tidak seharusnya Tsai Ying-wen bersikap mengelak, seharusnya menyatakan apakah Tsai akan melakukan gerakan “membuktikan”, serta juga menjelaskan apakah jalan yang ditempuh Tsai sama dengan Lee Teng-hui