(Taiwan, ROC) – Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS)mengumumkan, setelah setengah tahun ditandatanganinya perjanjian kerjasama ekonomi Taiwan dan Selandia baru, selama 5 bulan pertama tahun ini, impor Selandia Baru dari Taiwan telah mencapai 12,73 milyar dollar Taiwan, untuk tahun ini telah menunjukkan penambahan sebesar 37,3%; begitu pula dengan buah Apel, Kiwi, Cherry yang digemari masyarakat Taiwan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Perjanjian kerja sama ekonomi Taiwan – Selandia Baru (ANZTEC) yang diberlakukan sejak 1 Desember 2013, impor Taiwan dari Selandia Baru yang utama seperti produk-produk dari susu dan produk pertanian mendapat fasilitas pengurangan tarif pajak, berdasarkan data Kementerian Ekonomi, dalam 5 bulan pertama, untuk impor susu dan krim susu paling utama, diikuti dengan daging sapi beku yang menempati masing-masing 25% dan 14,5% sedangkan untuk buah Apel, Kiwi dan Cherry menduduki sekitar 12,7%.
Dari pengamatan nilai impor, untuk 5 bulan pertama impor susu dan krim susu bernilai 3,18 milyar dollar Taiwan, memperlihatkan peningkatan 68,2%; sementara untuk daging sapi dibekukan bernilai 1,85 milyar dollar, mengalami kenaikan 20.9%. Pada bagian buah-buahan, yang paling utama adalah buah Apel, Kiwi dan Cherry, masing-masing bertambah 5,7 kali lipat, 48,6% dan 49,5%. Untuk permintaan domestik terhadap bahan kimia juga mengalami peningkatan, bahan kimia methanol yang sebenarnya sudah tidak dikenakan tarif mengalami peningkatan 4,5 kali.
Berdasarkan pengamatan situasi ekpor Taiwan ke Selandia Baru, tahun ini menurun 920 juta dollar Taiwan, tetapi untuk produk sepeda memperlihatkan prestasi yang gemilang, nilai ekpornya mencapai 210 juta dollar, meningkat 74,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.