History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Seni Membantu Terapi untuk Penderita Kanker

  • 03 July, 2014
  • Editor
Seni Membantu Terapi untuk Penderita Kanker
Penyakit Kanker Terus Berada Dalam 10 Besar penyebab Kematian

   (Taiwan, ROC) – Penyakit kanker telah menjadi momok beruntun bagi Taiwan sebagai salah satu dari 10 besar penyebab kematian manusia selama kurun waktu 32 tahun terakhir ini. Setiap orang yang divonis menderita penyakit tersebut, baik penderita maupun keluarganya juga akan memasuki masa kesulitan yang berkepanjangan. Yayasan Harapan Kanker Taiwan pada hari Kamis tanggal 3 Juli menyelenggarakan pameran lukisan kehidupan hasil karya para penderita kanker dan tim kedokteran terkait. Dengan pameran ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi para pasien lainnya guna lebih berani lagi dalam menghadapi cobaan hidup.

   Penyakit kanker bukanlah penyakit akut yang tidak dapat diobati, namun bagi masyarakat awam seusai mendengarkan vonis penyakit yang dideritanya, maka banyak yang segera merasa putus asa dan menenggelamkan diri dalam kehidupan yang memprihatinkan.

   9 tahun yang lalu, Yayasan Harapan Kanker menggelar perlombaan melukis dengan tema “Warnailah Harapan”, bertujuan untuk menyalurkan suara dan isi hati para penderita, pihak keluarga maupun tim medis yang menangani perawatan tersebut, dan berharap dengan cara demikian dapat menghilangkan sebagian tekanan kehidupan.

   Salah seorang penderita kanker payudara, Pheng Ru-chen yang kini berusia 44 tahun, juga pernah mengalami masa-masa pahit dan kelabu dalam menghadapi beban penyakit. Pheng bercerita bahwa dirinya bagaikan terpasung oleh belengu setan, namun melalui kegiatan melukis, Pheng dapat meringankan beban yang ada dipundaknya. Pheng mengatakan, “Sebenarnya melukis dapat membuat hati saya menjadi bebas, terlebih-lebih saat saya menjalani kemoterapi, pengobatan atau saat saya merasa tidak enak badan karena terbelengu oleh penyakit, saya ingin dapat berjalan-jalan di speanjang pantai, melihat bunga indah yang ada di taman saya, sekalipun musim dingin tiba, saya dapat merasakannya bagaikan musim semi. Hal ini membuat saya lebih gembira, dimana beban hati saya ada tempat yang dapat saya salurkan, hatipun menjadi lebih bebas.”

   Selain itu, salah seorang penderita penyakit kanker usus, ibu Lee harus memasang anus buatan dalam tubuhnya, yang bagi banyak orang merupakan hal yang sangat menyakitkan. Guna menurunkan beban sakit yang dideritanya, ia mengikuti kelas melukis di Rumah Sakit Tri Service General. Lee menyebutkan dengan mengikuti kelas melukis, ia dapat lebih memahami isi hatinya sendiri dan memberikan kekuatan bagi dirinya.

Komentar

Terbarumore