(Taiwan, ROC) Pertanyaan tentang isi dari Materi Gelap yang ada di dalam alam semesta sebesar 85% tersebut, terus menjadi misteri yang diselidiki oleh para ilmuan astronomi. Hingga saat ini ilmuwan fisikawan partikel percaya bahwa Materi Gelap alam semesta yang ada merupakan partikel yang berat, dan diyakini mungkin dapat ditemukan dalam situasi “Tubrukan Hadron Raksasa”. Tetapi teori ini akhirnya hanya memberikan kekecewaan semata, terlebih-lebih ditambah lagi dengan keunikan dan ketidaksamaan dalam Galaksi Katai, sehingga meragukan para ilmuwan astronomi yang ada.
Profesor bidang fisika, Schive Hsi-yu 薛熙于, profesor bidang astronomi fisika Chiueh Tzi-hong, dari National Taiwan University dan profesor dari euskal Herriko Unibertsitatea, dalam majalah Nature Physics edisi yang terbaru mengemukakan teori tentang “Susunan materi gelap yang membentuk alam semesta”, dimana teori ini telah menjatuhkan teori sebelumnya. Para ilmuwan tersebut menyebutkan bahwa susunan Materi Gelap sebenarnya terdiri dari partikel yang sangat ringan, tetapi memiliki kepadatan yang sangat besar. Bersamaan dengan teori ini, juga disebutkan bahwa inti Galaksi Katai lah yang membentuk Lubang Hitam dalam tata surya.
Dalam artikel tersebut, Schive Hsi-yu menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil menciptakan rumus kalkulasi getaran kepadatan dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dapat memperpendek waktu perhitungan yang dibutuhkan hingga ratusan kalinya, selanjutnya meningkatkan resolusi ruangan hingga 20 kali lipat dari semula. Dengan penemuan tersebut, maka dapat lebih sesuai dengan susunan Galaksi Katai dan juga pembuktian terhadap resolusi ruangan Materi gelap alam semesta.