Presiden Ma Ying-jeou melukiskan kunjungan ketua Kantor Urusan Taiwan dibawah Departemen Dalam Negeri Daratan Tiongkok Zhang Zhijun ke Taiwan pekan lalu sebagai langkah sangat penting dalam mengkonsolidasi hubungan antar Selat Taiwan.
Presiden mengungkapkan hal tersebut melalui kata sambutan yang disampaikan di atas pesawat dalam perjalanan menuju Panama melalui Hawaii untuk menghadiri inaugurasi Presiden terpilih Juan Carlos Varela 1 Juli, sebelum meneruskan perjalanan ke El Salvador.
Menurut Ma, kunjungan Zhang bermakna signifikan karena dia menunjukkan bahwa perkembangan damai antara Taiwan dan Daratan Tiongkok tidak terpengaruh oleh aksi protes skala besar anti Perjanjian Perdagangan Jasa di Taiwan Maret lalu.
Selain itu, lanjut Ma, sejumlah dobrakan telah dicapai dalam pertemuan resmi di Taoyuan antara Zhang dan pejabat sederajatnya dari Taiwan, yaitu Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Wang Yu-chi.
Atas isu serangkaian aksi protes yang diorganisir kalangan pro-partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP) sepanjang kunjungan Zhang Zhijun di Taiwan, terutama ketika Zhang melawat ke Kaohsiung di Taiwan selatan, Presiden Ma mengatakan, “Taiwan adalah masyarakat demokratis dan pluralistis yang menikmati kebebasan berkumpul, tapi dipakainya kekerasan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Menghadapi aksi protes dengan corak kekerasan ini, saya harap ketua DPP Tsai Ing-wen tidak mengabaikan dan tidak mentoleransinya.”
Kepala negara menegaskan, andaikata bersedia berhubungan dengan Daratan Tiongkok dan mengubah sikap yang ditaati pada saat ketua Asosiasi Hubungan Antar Selat Taiwan (ARATS) Daratan Tiongkok Chen Yunlin berkunjung ke Taiwan enam tahun lalu, DPP seharusnya dengan jelas mengungkapkan pendirian tersebut.