History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Walau Hubungan Antar Selat Membaik, Sikap Siaga Prajurit Tidak Boleh Kendur

  • 26 June, 2014
  • Editor
Presiden Ma: Walau Hubungan Antar Selat Membaik, Sikap Siaga Prajurit Tidak Boleh Kendur
Presiden Ma Ying-jeou

   (Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 26 Juni menghadiri upacara serah terima dan pelantikan perwira angkatan darat, laut dan udara. Dalam pidatonya, Ma mengatakan bahwa Sekolah Akademi Militer Republik Tiongkok telah berdiri selama 90 tahun, hal ini juga berarti bahwa usia angkatan bersenjata nasional juga telah berusia 90 tahun. Ma memberikan semangat kepada para prajurit untuk terus melestarikan segi-segi positif yang ada dan terus membangkitkan semangat keprajuritan yang ada. Presiden Ma mengatakan bahwa saat ini prosentase prajurit wanita semakin lama semakin tinggi, para prajurit wanita tidak hanya bertugas dalam pekerjaan administrasi semata, tetapi juga memiliki kepiawaian dalam bertempur, hal ini juga telah memberikan rasa bangga kepada semua pihak.

   Presiden Ma kembali mengingatkan jika sebelumnya dirinya pernah mengatakan bahwa keamanan sebuah negara tidak hanya harus mengandalkan senjata, tetapi juga taktik bertempur, dimana salah satu dari 3 garis pertahanan yang ada adalah diberlakukannya peraturan antar selat. Presiden Ma menegaskan bahwa dalam kunjungan Ketua Kantor Urusan Taiwan Pemerintah Daratan tiongkok, Zhang Zhi-jun, juga saling menyapa dengan sebutan jabatan, hal ini menunjukkan bahwa hubungan antar selat semakin maju dan berkembang, tetapi satuan prajurit nasional tetap tidak boleh sedikitpun mengalami pengenduran dalam hal kesiap-siagaan untuk bertempur.

   Presiden Ma mengatakan, “Kedua pimpinan kantor urusan yang berhubungan dengan antar selat telah saling melakukan kunjungan silahturahmi, dan juga menyapa dengan sebutan jabatan yang ada, ini menunjukkan hubungan antar selat jelas mengalami kemajuan. Tetapi sikap yang ditunjukkan oleh angkatan bersenjata Daratan Tiongkok terhadap Taiwan tidak berubah, untuk itu sikap siaga dari angkatan militer nasional juga tidak boleh sekalipun mengalami pengenduran”

   Berkenaan dengan sistim perekrutan prajurit, Presiden Ma menjelaskan bahwa angkatan bersenjata nasional membutuhkan prajurit yang handal guna meningkatkan mutu angkatan militer yang ada dan melakukan perekrutan secara bijaksana untuk menekan biaya sosial masyarakat yang ada. Ma menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong sistim perekrutan, harkat martabat dan masa depan para perwira. Prosentase peningkatan yang ada juga telah melampaui target yang ditentukan sebelumnya, yakni 78%. Hal ini membuktikan bahwa generasi muda juga telah menjadikan kehidupan militer sebagai salah satu pilihan hidup untuk masa depan, dan Presiden Ma percaya bahwa sistim yang diterapkan akan berhasil dilaksanakan.

Komentar

Terbarumore