(RTI/ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau Gubernur Riau, para bupati, dan walikota untuk segera memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di kawasan ini. Bila tidak, BNPB memperkirakan asap akan menyelimuti Singapura dan Malaysia mengingat angin dominan ke timur laut-timur.
Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, Rabu (25/6) pukul 07.00 WIB, hotspot di Sumatera 386 titik, dan Riau 366 titik.
Kepala BNPB, Syamsul Maarif, menambahkan potensi asap menuju Singapura dan Malaysia makin meningkat jika api tidak dipadamkan secara total. Ia menyebutkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada Juli 2014 hujan di daerah Indragiri Hilir, Pelalawan dan Kuansi lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera.
Menurut Kepala BNPB itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau selalu berulang dan semua faktor-faktor penyebab telah dikenali. Sementara di wilayah lain di Sumatera yang bergambut seperti Sumut, Jambi dan Sumsel bisa mengantisipasi karhutla baik disengaja atau dibakar, sehingga hotspot dapat terkendali.
Syamsul Maarif mengaku telah melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono terkait antisipasi mengatasi karhutla dari ancaman El Nino.
Ia memastikan, BNPB bersama TNI / Polri, Manggala Agni, KLH dan lainnya, terus memberikan pendampingan ke Pemda Riau. Menurut dia, saat ini helikopter Kamov, Sikorsky dan Bolco masih dioperasikan di Riau untuk water bombing. Begitu pula, pesawat Hercules dan Casa juga terus melakukan modifikasi cuaca. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp 355 milyar untuk mengatasi karhutla di Indonesia.