(RTI/ANTARA) - Menurut Presiden SBY, dalam sepuluh tahun terakhir, disamping modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan), sarana, prasarana, pemerintah juga meningkatkan profesionalisme, dan kecakapan para prajurit, dan kesejahteraannya.
Para perwira TNI, kata Presiden, dituntut untuk makin cerdas, terampil dan adaptif, terhadap trend terkini, termasuk revolusi di bidang militer yang berlangsung dalam tiga dekade terakhir ini.
Selama kurun waktu tersebut, kata Presiden, Indonesia menggunakan industri pertahanan nasional menuju kemandirian industri pertahanan negara kita.
Presiden SBY menyebutkan, saat ini rakyat menyaksikan berbagai peralatan alutsista modern, baik untuk kepentingan Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara telah diproduksi oleh industri pertahanan kita sebagai karya putra-putri bangsa yang membanggakan.
Selain itu, dalam lima tahun terakhir, kata Presiden, Indonesia telah berhasil membangun prasarana pendidikan dan pelatihan multi tujuan, yaitu Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Ia menyebutkan, di kawasan IPSC Sentul, juga berdiri kampus Universitas Pertahanan, dan enam pusat pendidikan dan pelatihan yang lain, diantaranya pusat pemeliharaan perdamaian, melawan terorisme, dan penanggulangan bencana, yang kesemuanya itu dimaksudkan untuk membekali personel TNI sebagai kekuatan negara yang handal.