Hari ini tanggal 28 Februari merupakan hari peringatan perdamaian, presiden ROC, Ma Ying-jeou ketika memimpin peringatan 28 Februari di lapangan perdamaian, kabupaten Hualien menyampaikan, tragedi mengenaskan ini jangan sampai terulang lagi, dan berharap dapat membentuk Taiwan sebagai pulau hak asasi manusia.
Presiden Ma tanggal 28 pagi bersama perdana menteri Jiang Yi-hua dan lainnya memperingati peristiwa 28 Februari di lapangan perdamaian, kabupaten Hualien dan pada kesempatan ini menganugrahi sertifikat kehormatan rehabilitasi pada Soong Chun-lang, anak dari Soong Heng-xiong salah satu korban peristiwa 228. Pres Ma mengemukakan, hari ini 67 tahun lalu, pada saat itu pemerintahan korupsi berkuasa, sehingga rakyat sangat sengsara, banyak rakyat yang kehilangan kebebasan bahkan kehilangan nyawanya, selama berpuluh-puluh tahun ini ia sangat prihatin dengan peristiwa ini, untuk itu pres Ma mewakili pemerintah meminta maaf pada para korban dan keluarga korban.
Pres Ma menyampaikan, ini adalah kenyataan sejarah, harus merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban, dengan demikian barulah dapat merasakan bagaimana penderitaan yang dihadapi keluarga korban. Pemerintah berupaya keras mulai dari memahami, meminta maaf, mendirikan batu peringatan, menetapkan peraturan sampai pada rehabilitasi dan lain sebagainya dengan harapan dapat mengurangi penderitaan yang dirasakan keluarga korban.
Presiden menyampaikan, yuan eksekutif membentuk yayasan peringatan 28 Februari dan peringatan nasional 28 Februari untuk memperingati para korban dan tidak melupakan pelajaran yang dipetik dari sejarah ini, mengorek keluar kebenaran sejarah, memberikan kompensasi, dan dari pengalaman ini mendidik anak dan cucu. Kesalahan mungkin terjadi dalam sejarah, ini dapat diampuni, tetapi tidak boleh melupakan kebenaran yang ada.