(Taiwan-ROC) – Kapal ikan Taiwan Kuo Rung 333 (國榮333) hari ini (25) dilaporkan berhasil dijegat oleh armada angkatan laut Republik Indonesia di perairan utara Lombok dan kapten kapal Chen Ce-wen (陳致文) dipastikan telah hilang. Rahmadi Sunoko pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia meminta kepada kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.
Angkatan Laut Republik Indonesia (AL RI) pagi tadi (25) berhasil mencegat kapal Kuo Rung 333. Saat pemeriksaan kapal tidak ditemukan jejak kapten kapal Chen Ce-wen, 12 awak kapal (ABK) mengaku bahwa kapten kapal jatuh ke laut karena cuaca yang buruk saat beroperasi di perairan kepulauan Salomon, waktu kejadian sekitar pukul 19 hingga 20.
Saat ini, kapal tersebut telah diamankan di Mataram dan ke-12 awak Indonesia masih dalam pemeriksaan yang berwajib.
Menaggapi pengakuan para awak kapal Rahmadi Sunoko yang ikut dalam pencarian kapal tersebut mempunyai pandangan yang berbeda. Ia juga menyampaikan, pemerintah Republik Tiongkok dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta boleh meminta kepada intansi hukum Indonesia untuk memeriksa kasus ini dengan lebih seksama. Bila memang ABK melakukan pelanggaran maka harus diberikan sanksi hukum.
Sebetulnya, ini bukan kasus pertama. Juli tahun lalu, kapal ikan Te Hung Hsing 368 juga mengalami musibah yang serupa yaitu kapten kapal dan mekanisnya dibunuh oleh ABK Indonesia. Maret tahun ini, kapal ikan Fu Fa 12 juga hilang di Samudra Hindia, asosiasi nelayan wilayah Liu Chiu menduga hal yang serupa. Sampai saat ini kapal itu masih belum ditemukan keberadaannya.
Sunoko menghimbau pemerintah Indonesia untuk memperketat pemeriksaan identitas dan latar belakang ABK yang bekerja ke luar negeri, sehingga mutu ABK Indonesia dapat lebih terjamin.
Hari ini (25), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Republik Tiongkok, Anna Kao menyampaikan, keberadaan kapten kapal Chen Ce-wen tidak diketahui dan saat ini pejabat TETO telah diutus untuk mengetahui lebih lanjut.