Berdasarkan kesimpulan yang diambil oleh partai berkuasa dan oposisi, penyelenggaraan rapat dengar perjanjian perdagangan jasa harus diselesaikan semua sebelum tanggal 10 Maret 2014, setelah itu akan memasuki tahap peninjauan, masalah ini yang akan menjadi fokus utama dalam rapat yuan legislatif.
Ketua Pengurus Komite Kebijakan Politik partai DPP, Kher Chian-ming, tanggal 28 menyampaikan, setelah memasuki peninjauan, meskipun KMT mengunakan cara paksa agar perjanjian perdagangan jasa diloloskan, tetapi begitu memasuki rapat yuan legislate ini tidaklah sebegitu mudah, DPP akan secara bertahap melakukan pengetatan.
Kher Chian-ming menyampaikan, bagi Taiwan, perjanjian perdagangan jasa “lebih banyak buruknya”, tidak mutlak harus diloloskan, ia menghimbau KMT untuk terlebih dulu mendengarkan pendapat rakyat.
Sedangkan ketua Komite Kebijakan Partai KMT, Lin Hong-chi mengemukakan, perjanjian perdagangan jasa harus diloloskan pada periode rapat kali ini, DPP tidak boleh di satu pihak mendukung Taiwan bergabung dalam Kemitraan Trans-Pacifik (TPP) dan kerjasama ekonomi regional, tetapi di sisi lain menghalangi perjanjian perdagangan jasa.
Lin Hong-chi menyampaikan, jika hanya mulut mengatakan berharap ingin bergabung dalam integrasi ekonomi global, tapi sebaliknya tindakan nyatanya malah memblokir perjanjian perdagangan jasa antar selat, bukankah ini sama saja bohong! Jika demikian negara-negara internasional akan beranggapan kita tidak ada ketulusan untuk membuka pasar.
Lin Hong-chih menekankan, tidak peduli strategi apa yang diterapkan DPP, KMT sudah melakukan persiapan matang. Legislator KMT Chang Ching-chung juga menyampaikan, peninjauan perjanjian perdagangan jasa sudah tertunda sampai beberapa periode, ini tidak masuk akal, ia selaku anggota legislator dalam rapat periode sebelumnya berharap dapat berupaya keras agar perjanjian perdagangan jasa dapat diloloskan pada periode rapat kali ini.