(Taiwan, ROC) Kapal penangkap ikan lepas pantai yang berasal dari pelabuhan Tong-Kang kabupaten Pingtung “Guo Rong no 333” di duga telah diculik oleh nelayan Indonesia. Sistem satelit telah menunjukkan bahwa kapal ini berlayar ke wilayah Papua Timur yang sedang mendekati pesisir bagian Utara. Dan telah dihubungi dengan menggunakan telepon satelit, akan tetapi tidak mendapatkan jawaban apapun. Pemilik kapal Lin Jin-Xi kemarin pada tanggal 20 juni mengatakan saya tidak mau menebak kemungkinan apa yang akan terjadi, berharap agar pemerintah Indonesia dapat mencegat kapal penangkap ikan itu secepat mungkin.
Guo Rong No 333, 8 hari yang lalu telah berangkat dari Palau dengan tujuan Perairan kepulauan Solomon. Pemilik kapal pada tanggal 19 juni bermaksud mengontak kapten kapal dengan menggunakan Sistem Satelit tidak mendapatkan hasil apapun, ada nada dering akan tetapi tidak ada yang mengangkat. Pemilik kapal dengan menggunakan Satelit menemukan bahwa Posisi kapal sekarang sudah jauh menyimpang dari haluan awal.
Posisi kapal penangkap ikan sekarang berada di Perairan Timur Indonesia, pemilik kapal pun mencoba untuk menghubungi beberapa kapal lain yang berada di perairan yang sama untuk mendapatkan jawaban, pernyataan dari rekan-rekan pemilik kapal bahwa sudah beberapa hari tidak melihat kapten kapal chen Zhi-Wen. Kemudian pemilik kapal baru melaporkan hal ini kepada Kantor Dinas Perikanan daerah Tong-Kang untuk meminta bantuan lebih lanjut.
Lin Jin-Xi pada tanggal 20 juni kemarin mencoba sekali lagi untuk menghubungi kapten kapal, akan tetapi jawabannya nihil. Sistem Satelit menunjukkan posisi kapal Guo Rong No 333 pada tanggal 20 juni pada pukul 08:00 pagi hari berada di perairan utara, Indonesia bagian timur dekat Papua, setelah itu baru didapati kapal ini berjalan mendekati pesisir pantai utara.
Pemilik kapal menambahkan, kapten kapal Chen Zhi-Wen beserta 12 awak kapal asal Indonesia. Semua awak kapal baru pertama kali ditempatkan di kapal penangkap ikan Guo Rong No 333. Kapten kapal yang berumur 40 tahun dengan pengalaman menjadi kapten kapal sudah 10 tahun lebih lamanya. Asal dari pulau Ryukyu, setelah mendapat kabar bahwa kapal tidak dapat dihubungi maka pihak keluarga khawatir bahwa kapal telah diculik oleh awak kapal. Dan terkait perihal ini juga sudah memohon pihak Kementrian Luar Negeri bekerjsama dengan pemerintah Indonesia agar secepat mungkin dapat mencegat kapal ini.