(Taiwan,ROC) Agen Imigirasi Nasional Taiwan hari ini tanggal 21 juni 2014 menunjukkan bahwa taiwan sudah mendapatkan peringkat pertama secara konsekutif selama 5 tahun berturut terkait penanganan Anti Perdagangan-Manusia. Pengakuan ini diberikan oleh Amerika Serikat, untuk masa yang akan datang diharapkan dapat lebih lagi berperan untuk melindungi hak asasi manusia dalam memerangi perdagangan-manusia.
NIA juga menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada hari ini 21 juni perihal [ 2014 Trafficking in Persons Report], Taiwan dinilai telah melakukan kinerja control tingkat pertama. Perdagangan manusia lintas Negara yang sering dikombinasikan dengan penyeludupan, perdagangan Narkoba, perkiraan ada sekitar 20 juta korban perdagangan manusia di dunia.
NIA mengutarakan bahwa Amerika Serikat setiap tahunnya penilaian secara global terkait masalah perdagangan manusia, ada lebih dari 180 negara di dunia dimana diantaranya ada 31 negara yang termasuk dalam peringkat pertama, yang diantara lainnya adalah: Jerman, Swiss, Belgia dan lain lain.dan untuk regional Asia termasuk Taiwan, Korea Selatan, Israel, dan Armenia yang mendapatkan peringkat pertama.
Dalam laporan Amerika Serikat terkait pencegahan Perdagangan-Manusia beberapa tahun terakhir ini mendapatkan respon positif terkait penanganan dan kinerja. Termasuk juga didalamnya ada identifikasi indicator khusu untuk memperkuat penuntutan dan penghukuman terhadap pelaku Trafficking. Diharapkan di masa yang akan datang terus melakukan pelatihan kepada polisi peradilan dan staff instansi pemerintah relevan terhadap pemahaman Perdagangan Manusia. Sekaligus perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat perihal tindak pidana terhadap pelaku Perdagangan Manusia dan pencegahan terhadap Wisata Seks anak dibawah umur.
Amerika Serikat juga memberikan sejumlah rekomendasi, seperti aktif dalam penyelidikan terhadap pemilik kapal Taiwan perihal eksploitasi tenaga kerja, mengurangi beban yang diberikan kepada Tenaga Kerja Asing dari Agensi, memperkuat penyidikan dan penuntutan warga Taiwan yang berada di luar negeri yang terlibat dalam kasus Wisata Seks untuk anak dibawah umur. Dan sekaligus memastikan integrasi data terkait pencegahan terhadap Perdagangan Manusia.
Kepala Biro Agen Imigrasi Nasional Mo Tian-Fu mengatakan, pemerintah telah berupaya dan bekerja keras untuk memerangi Perdagangan Manusia, diharapkan kedepan akan dapat terus memberikan yang terbaik dan terdepan. Dan bersedia untuk memberikan rekomendasi praktik kerja lapangan dan serta pengalaman kepada Negara lain sebagai referensi. Beliau juga menambahkan pada akhir bulan Mei tahun ini telah menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat terkait dengan pertukaran memo intelejen untuk memberantas Perdagangan-Manusia, diharapkan dengan adanya kerjasama ini, dapat memberikan perlindungan dan pencegahan secara global dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai masyarakat internasional.