History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pameran NPM di Jepang Batal Pemerintah : Martabat Negara Lebih Penting Dari Pertukaran Budaya

  • 20 June, 2014
  • Editor
Pameran NPM di Jepang Batal   Pemerintah : Martabat Negara Lebih Penting Dari Pertukaran Budaya
Spanduk bagi "Giok Sawi Putih" yang dipamerkan di Jepang

(Taiwan) Museum Istana Nasional akan mengelar pameran di Jepang, meskipun dalam situs resmi Museum Nasional Tokyo menuliskan “Museum Istana Nasional Taipei” tetapi pada gedung luar Museum Nasional Tokyo dan brosur yang dicetak tidak menuliskan kata “Nasional”. Terhadap hal ini juru bicara kantor kepresidenan, Ma Wei-guo tanggal 20 siang menyampaikan, Presiden Ma Ying-jeou menaruh perhatian besar pada masalah ini, dan telah meminta pihak Museum Istana Nasional dan Kementerian Luar Negeri dengan tegas dan serius meminta pihak Jepang untuk melakukan pembetulan, jika tidak akan membatalkan semua kegiatan pameran, ibu presiden, Christine Chou Mei-Ching juga tidak akan hadir dalam upacara pembukaan pameran tersebut. 

Ma Wei-guo mengatakan : Presiden Ma Ying-jeou menaruh perhatian besar pada hal ini, sudah memerintahkan Yuan Eksekutif untuk meminta Museum Istana Nasional dengan serius meminta Museum Nasional Tokyo untuk segera melakukan pembetulan, bahkan telah memerintah Yuan Eksekutif meminta kementerian luar negeri untuk dengan tegas menyampaikan posisi kita; jika tidak dengan segera mendapat respon, Museum Istana Nasional akan membatalkan semua kegiatan pameran di Jepang, ibu presiden Chou Mei-ching juga tidak akan menghadiri upacara pembukaan pameran. 

Ma Wei-guo menyampaikan apa yang disampaikan pres Ma, “Museum Istana Nasional merupakan satu-satunya nama resmi, selama 20 tahun lebih ini, benda-benda peninggalan yang dipamerkan di Museum Istana Nasional sempat di pamerkan di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Austria dan negara-negara lainnya dengan mengunakan nama resmi “Museum Istana Nasional”, untuk itu pemerintah tidak dapat menerima pihak Jepang yang melakukan promosi kegiatan pameran dengan tidak mengunakan nama “Museum Istana Nasional”. Kepala negara menyampaikan, pameran Museum Istana Nasional di Jepang merupakan yang pertama kali, juga sebagai ajang besar pertukaran kebudayaan bilateral, pihak Taiwan sangat menghargainya, kedua belah pihak juga telah cukup lama melakukan persiapan, masyarakat kedua belah pihak juga sangat berharap datangnya waktu ini, meskipun demikian “menjunjung martabat nasional menjadi prioritas pertukaran budaya”, untuk itu apabila pertukaran budaya menyakiti martabat negara, pemerintah dan masyarakat tentu tidak dapat menerimanya.

Ma Wei-guo menegaskan, kemenlu dan Museum Istana Nasional pada tanggal 20 pagi telah memberikan laporan pada presiden Ma dan perdana menteri Jiang Yi-hua, pihak Taiwan juga akan dengan tegas memberitahukan sikap pemerintah terhadap masalah penggunaan nama dalam berbagai bentuk promosi, jika dari pihak Museum National Tokyo tidak dapat dan tidak secepatnya menyelesaikan masalah dengan baik, maka akan membatalkan segala sesuatu terkait dengan pameran ini. Pres. Ma juga menekankan, guna menghindari terjadi pengaruh buruk bagi persahabatan yang telah terjalin antara Taiwan dan Jepang, pihak instansi terkait diminta untuk melalui berbagai jalur yang ada secara hati-hati menanggani hal ini, berharap dapat terus memperdalam hubungan bilateral dan pertukaran kebudayaan masyarakat kedua belah pihak.

Juru bicara NPM Jin Shi-hsien menegaskan, hari ini (20/6) pukul 2 sore NPM mengelar jumpa pers “Giok Sawi Putih”, kepala divisi lukisan dan kaligrafi NPM, Lee Yu-min, kepala kantor perwakilan ROC untuk Jepang, Shen Shi-chun bersama memberikan penjenlasan sekaligus menegaskan jika pihak Jepang hingga tanggal 21 pukul 12 tidak menghapus poster terkait, perwakilan NPM termasuk ibu presiden Chou Mei-ching, kepala NPM, Feng Ming-ju dan 10 orang lebih lainnya tidak akan pergi ke Jepang dan juga akan membatalkan pameran kali ini.

Komentar

Terbarumore