History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemenlu Tidak Terima Pernyataan Yang Salah Guna Melindungi Kedaulatan Bangsa

  • 19 June, 2014
  • Editor
Kemenlu Tidak Terima Pernyataan Yang Salah Guna Melindungi Kedaulatan Bangsa
Kementrian Luar Negeri Republik Tiongkok

   (Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri pada hari Kamis tanggal 19 Juni menjelaskan bahwa usai memenangkan perang dengan pihak Jepang, Taiwan, Penghu, Jinmen dan Matzu telah dikembalikan kedaulatan wilayahnya kepada pemerintah Republik Tiongkok pada tanggal 25 Oktober 1945. Untuk itu, pihaknya tidak menerima berbagai bentuk pernyataan yang salah, dan tak lupa kembali mempertegas sikap dari kedaulatan pemerintah.

   Dalam laporan media massa, wakil ketua dari perwakilan Daratan Tiongkok di PBB, Wang Min pada tanggal 9 Juni yang lalu, saat memberikan laporan perihal persengketaan di Laut Tiongkok Selatan kepada Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon, juga menyebutkan bahwa pihaknya akan menggunakan cara yang tepat untuk mengambil kembali wilayah Taiwan, Penghu dan sekitarnya.

   Juru Bicara Kementrian Luar Negeri, Gao An, saat menjawab pertanyaan dari pihak media menyebutkan bahwa pemerintah Republik Tiongkok sekali lagi menegaskan bahwa pemerintah Republik Tiongkok adalah pemerintah yang memiliki kedaulatan penuh dan jelas.

   Gao An mengatakan pada tanggal 4 September 1958, pemerintah Daratan Tiongkok mengeluarkan pernyataan pertempuran 823, bahwa Taiwan dan Penghu adalah wilayah kekuasaan mereka. Hal tersebut adalah salah dan tidak memiliki kedaulatan yang sebenarnya. Pemerintah Republik Tiongkok pada saat itu juga segera mengeluarkan balasan terhadap pernyataan yang salah.

Komentar

Terbarumore