(Taiwan, ROC) - Berkenaan dengan desas desus di kalangan para anggota legislator baik dari partai berkuasa maupun oposisi yang menunjuk bahwa Wang Jing-pyng adalah pendorong utama dalam pameran harta nasional yakni “Sayur sawi hijau” yang tersimpan di dalam National Palace Museum atau NPM di Jepang untuk pertama kalinya. Pada hari Kamis tanggal 19 Juni, Wang Jing-pyng mengutarakan bahwa dirinya hanya menjadi perantara komunikasi dan meminta bantuan dari NPM agar dapat mendobrak batasan pagelaran harta nasional ke Jepang. Sehubungan dengan hal tersebut, anggota legislator Jepang juga menyatakan rasa terima kasih atas berkenannya pihak NPM untuk melakukan pameran harta nasional di negara mereka.
National Palace Museum akan menggelar pameran harta nasional yang terdiri dari “Sayur sawi hijau” di Tokyo National Museum atau TNM pada pekan yang akan datang. Anggota legislator dari partai DPP, Kuan Bi-ling, mengatakan bahwa saat ketua Yuan Legislatif, Wang Jing-pyng bertandang dalam ajang forum negara Asia Pasifik di Jepang pada bulan Juli tahun lalu, pihak Jepang menyatakan keinginannya untuk dapat melakukan pameran tersebut. Pihak Jepang juga berharap NPM dapat meminjamkan harta nasional yang tersimpan, yakni “Sayur sawi hijau”, “Batu Daging”, untuk dapat dipamerkan di Jepang. Anggota legislator dari partai KMT yang ikut serta dalam pertemuan tersebut, Lee Hung-chun, juga menjelaskan bahwa ketua perkumpulan lintas partai Nikka Giin Kondankai, Hiranuma Takeo, juga secara langsung bertatap muka dengan Wang Jing-pyng, dan berharap dapat memberikan bantuan dukungan guna melancarkan pagelaran tersebut. Untuk itu, Wang juga segera menghubungi pihak National Palace Museum, barulah kerjasama pameran ini dapat terjalin.
Sehubungan dengan hal ini, Wang Jing-pyng saat hadir dalam jumpa pers di Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 19 Juni, menyatakan bahwa dirinya tidak berani untuk menyandang pujian tersebut, Wang juga menyebutkan bahwa dirinya hanya menjadi media komunikasi perantara semata. Wang mengatakan, “Saya tidak berani menyandang hal itu, kami melakukan komunikasi dan menyatakan harapan kami semata. Pihak National Palace Museum juga sangat mendukung hal ini, bahkan saat saya mengutarakan hal tersebut, pihak museum juga segera mencabut larangan pameran harta nasional di Jepang, dan pihak anggota parlemen Jepang juga segera mengetahui hal tersebut dan menyatakan terima kasih mereka yang sebesar-besarnya.”
Wang Jing-pyng juga menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat hadir dalam pameran di Jepang tersebut karena berbenturan dengan jadwal rapat di Yuan Legislatif.