Presiden negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) hari ini saat menerima kunjungan tamu kenegaraan dari Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Regional Burkina Fasso, Djibrill Yipene BASSOLE menanggapi soal ekstradisi tertuduh warga Inggris Zain Taj Dean, tahun lalu saat beliau sangat geram dengan kasus ini dan menyampaikan pemerintah tidak akan menyerah, pasti akan menggunakan berbagai macam cara agar Zain Taj Dean dapat disidang di Taiwan.
Berita terakhir disampaikan bahwa pengadilan Skotlandia memutuskan akan mengekstradisi Zain ke Taiwan. Presiden merasa gembira mendengar keputusan tersebut dan menilai ini adalah dobrakan terpenting dalam menjalin kerjasama yudisial dengan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik.
Presiden menyampaikan : Walau di keputusan tingkat pertama ini masih boleh mengajukan naik banding, namun setidaknya kerja keras kita dengan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik, dibawah kondisi bahwa semua pihak menghormati kemandirian yudisial dapat tercapai semua pelaku kejahatan tidak ada tempat bersembunyi, saya merasa ini adalah dobrakan kerjasama yudisial yang sangat penting.
Kepala negara menuturkan, ini juga membuktikan bahwa asal negara berusaha untuk membangun pemerintah yang demokrasi, yudisial yang mandiri, masyrarakat yang makmur maka pasti akan dihormati oleh negara-negara lain sehingga hubungan internasional negara Republik Tiongkok akan terus berkembang.
Penanganan Kasus Khusus
Selain itu, apakah untuk penjahat yang masih di Inggris juga akan mendapat perlakuan yang sama? Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Anna Kao (高安) hari ini (12) menyampaikan, untuk kasus seperti ni adalah tanggung-jawab dari Kementerian Hukum, Kemlu akan berkoordinasi semakisimal mungkin, namun ia menuturkan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) yang berhubungan dengan kasus ekstradisi Zain memang ditujukan untuk menangani kasus tersebut.
Ia menyampaikan : Yang saya sampaikan kepada saudara-saudara sekalian adalah kasus Zain, sehingga saat representatif kita bertemu dengan pihak Inggris, mereka sutuju ada kerjasama yudisial mutualisme, oleh karena itu di bulan Oktober tahun lalu, instansi kehukuman dua pihak telah menandatangani MoU ekstradisi.
Tidak menutup kemungkinan Zain akan naik banding sampai ke Mahkamah Agung Inggris, katanya, jadi keputusan saat ini dinilai menguntungkan kita, namun untuk menuntaskan proses ekstradisi masih diperlukan waktu, sehingga kantor perwakilan kita masih berkoordinasi dengan kejaksaan Skotlandia dan memberikan bantuan yang diperlukan, diharapkan Zain dapat di ekstradisi ke Taiwan secepatnya.