Menteri Kebudayaan Republik Tiongkok Lung Tung-tai (龍應台) menyerukan pemerintah Jerman untuk memperhatikan dan memberikan dukungan pada kekuatan budaya Taiwan.
Lung mengemukakan himbauan tersebut dan membahas kunjungannya sepanjang 10 hari di Swiss dan Jerman ketika menghadiri jamuan teh dengan perwakilan media massa Tionghoa di Berlin pada hari Rabu.
Lung Ying-tai melukiskan kunjungan ke kementerian luar negeri Jerman sehari sebelumnya dan pertemuannya dengan wakil menteri luar negeri divisi kebudayaan Stephan Steinlein sebagai pertemuan non-konvensional antar pejabat negara untuk saling bertukar pendapat.
Dalam pertemuan tersebut, Lung dan Steinlein mendiskusikan keadilan transisional di Jerman, sementara Steinlein mengungkapkan rasa tertarik terhadap buku karya Lung Ying-tai berjudul “Big River Big Sea,” khususnya tentang bagian yang menjelaskan sejarah perang saudara antara Partai Kuomintang (KMT) dan Partai Komunis Tiongkok.
Lung Ying-tai mengatakan, selama pembicaraan dengan Stephan Steinlein mengutarakan, jika dibandingkan dengan Daratan Tiongkok yang begitu besar, sementara Taiwan sangat kecil, namun kekuatan budaya Taiwan tidaklah kecil, berharap agar peta penataan diplomasi budaya oleh kemenlu Jerman juga memperhatikan dan memberikan dukungan pada budaya Taiwan.
Dalam acara tersebut pada saat ditanyai oleh media dari Daratan Tiongkok mengenai kondisi pertukaran budaya antara Taiwan dan Jerman, Lung Ying-tai merespon, selain pertukaran swasta, Taiwan juga secara aktif melakukan pertukaran antar pemerintah.
Di samping itu, Lung Ying-tai juga mengatakan dalam jadwal kunjungan ke Berlin, termasuk ke tempat bekas penjara Jerman timur Stasi Museum, yaitu Hohenschoenhausen, memorial tempat penyimpanan arsip rahasia, dan museum palace of tears, Traenenpalast, berharap dengan kunjungan ke Jerman dapat berbagi saling pengalaman keadilan transisi.