History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

KMT: Masyarakat harapkan perjuangan ekonomi, bukan saatnya revisi Konstitusional

  • 12 June, 2014
  • Editor
KMT: Masyarakat harapkan perjuangan ekonomi, bukan saatnya revisi Konstitusional
Juru bicara partai berkuasa Kuomintang (KMT) Chen Yi-shin

Mengenai draft aturan yang diusulkan oleh partai oposisi, akan merevisi usia dalam pemberian hak pilih, semula dengan aturan genap berusia 20 tahun dirubah menurun menjadi 18 tahun, juru bicara partai Kuomintang (KMT) Chen Yi-shin (陳以信) pada pagi hari Kamis (12/6) mengatakan, meskipun di masa lalu pada saat Partai Progresif Demokratik (DPP) pernah berkuasa ataupun pihak pemerintah yang melakukan jajak pendapat, untuk proporsi perbandingan dari masyarakat yang memberikan pernyataan bantahan atas pemotongan usia dalam hak pilih jauh lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang setuju, hal ini menunjukkan mayoritas masyarakat Taiwan tidak mengharapkan adanya pemotongan usia dalam kelompok pemilih; diantaranya, pada kelompok generasi muda berusia antara 20-25 tahun, mereka yang memberikan pernyataan bantahan jauh lebih tinggi di atas rata-rata.

Chen Yi-shin menekankan, dengan memotong usia pemilih bukan merupakan keinginan utama dari masyarakat Taiwan, bahkan ini merupakan pendapat minoritas. Oleh karena standar penentuan hukum cukup tinggi, jika dalam hal ini tidak mendapat kesepakatan bersama, dianggap menjalankan revisi konstitusional secara paksa, pada akhirnya juga tidak akan diloloskan.

Terhadap pernyataan dari ketua DPP, Tsai Ing-wen (蔡英文) yang menyerukan momen konstitusional akhirnya muncul, Chen Yi-shin menanggapi, dalam kondisi tidak adanya kesepakatan secara umum dan menjalankan revisi konstitusional, hanya akan menjadi pemborosan sumber daya sosial, pemborosan biaya, secara keseluruhan terhadap perekonomian masyarakat dapat dikatakan sangat tidak layak.

Chen Yi-shin mengatakan, “karena masyarakat Taiwan saat ini hal yang paling dinantikan adalah perjuangan ekonomi, bukan perjuangan politik, jika dalam kondisi tidak adanya kesepakatan bersama, masih merekayasa teknik revisi konstitusional, maka hanya akan memboros sumber daya sosial, bahkan akan mengabaikan kesempatan untuk hukum mata pencaharian masyarakat utama.”

Di samping itu, partai DPP juga bermaksud untuk menambah jumlah parlemen dalam revisi konstitusional, Chen Yi-shin mengemukakan, berdasarkan dewan pembangunan nasional dan partai KMT dengan 2 rangkap jajak pendapat yang menunjukkan, lebih dari 70% ke atas masyarakat tidak setuju. Ia juga mengkritik, partai DPP yang menggunakan kekuatan kongres untuk menekan, semula untuk revisi konstitusional dengan slogan “kurangi kongres agar tidak terjadi kekacauan”, namun setelah jumlah kongres yang dikurangi separuh, partai DPP masih bersikeras menduduki podium, agar sidang pertemuan lumpuh dan tidak dapat berjalan. Ia menekankan, jika saja partai DPP tidak merubah gaya mereka dalam beradu politik, kebiasaan mereka dengan tindakan kekerasan untuk menduduki podium, dan anggap saja menjalani revisi konstitusional, menambah jumlah kursi dalam kongres dapat dikatakan akan semakin kacau.

Komentar

Terbarumore