(Taipei, ROC) - Menanggapi sikap Taiwan untuk bergabung dalam TPP, Deputy Sementara Kantor Dagang Amerika Serikat (USTR) Wendy Cutler tanggal 10 Juni waktu setempat menawarkan sistem konsultasi jalur ganda dengan Jepang, yaitu membahas setiap topik secara bertahap.
Atas undangan Wadah Pemikir CSIC, Cutler saat ditanya soal Taiwan masuk dalam anggota TPP dan impor daging ternak babi ke Taiwan menjawab dari sisi pengalaman negosiasi saat Amerika mendukung Jepang masuk dalam TPP. Walau tidak ada jawaban langsung namun, bila Taiwan ingin masuk dalam TPP maka dengan cara Jepang yaitu harus menyelesaikan topik-topik bilateral yang masih belum ada keputusan akhir.
AS menawarkan kepada negara-negara yang ingin masuk dalam anggota TPP harus membahas topik-topik yang masih belum ada keputusan bilateral dan hari ini (11) Kementerian Ekonomi menanggapi, untuk selanjutnya akan mempertimbangkan dari segi kebijakan nasional, “untuk hal yang harus diperjuangkan pasti akan dilakukan” namun untuk saat ini kebijakan pemisahan daging ternak sapi dan babi tidak akan berubah.
Oleh karena TPP sendiri masih belum rampung sehingga belum dibuka keanggotaan yang baru, pejabat kemenko menyampaikan, sesuai dengan isi perundingan anggota TPP sebelumnya, topik dan standarisasi masing-masing anggota telah meminta instansi terkait antaralain Kemenko, Dewan Urusan Finansial, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Komisi Komunikasi Nasional, Kementerian Pendidikan dll untuk memeriksa setiap klausa mana yang tidak sesuai, kemudian mempertimbangkan cara untuk menyesuaikannnya, diperkirakan sebelum Juli ini kerja pengulasan internal awal persiapan keanggotaan TPP akan selesai. Selain itu, saat ini sudah menyampaikan kepada negara-negara lain keinginan Taiwan untuk masuk dalam TPP.
Pihak AS kembali melontarkan topik impor daging ternak babi yang mengandung Ractopamine sehingga apabila Taiwan ingin masuk dalam anggota TPP mau tidak mau harus berhadapan kembali dengan masalah impor daging babi, pejabat yang tidak disebutkan namanya menyampaikan, setelah pengulasan internal dilakukan akan mempertimbangkan dari segi kebijakan nasional.
Ditegaskan pula, saat ini untuk isu pertanian, Jepang masih belum ada kesepakatan, oleh karena itu, “untuk hal yang harus diperjuangkan pasti akan dilakukan”, namun untuk perkembangannya masih perlu dimonitor lagi sehingga namun “untuk saat ini kebijakan pemisahan daging ternak sapi dan babi tidak akan berubah”