(Taiwan, ROC) Setelah walikota dan bupati dari pan biru membentuk rombongan bertolak ke Daratan Tiongkok agar dapat menarik wisatawan Daratan Tiongkok datang berwisata ke Taiwan, Legislator partai Kuo Min Tang (KMT), Luo Ming-tsai hari ini (4/10) dalam dalam rapat interpelasi menyarankan, “Tim misi perdamaian” dari perwakilan rakyat dalam pertemuan di tempat ke tiga dengan pihak Daratan Tiongkok dapat membantu pertukaran antar selat Taiwan. Terkait dengan hal ini, Perdana Menteri Lin Chuan menyampaikan, apabila kedua belah pihak antar selat Taiwan bersedia, maka “Tim misi perdamaian” akan dapat dilaksanakan; segala bentuk pertukaran akan disambut dengan tangan terbuka asalkan berpegang pada kesetaraan martabat; namun apabila hanya dari pihak kita saja yang mengerakkan ini, maka hal ini tidak akan terlaksana.
Setelah Partai Progresif Demokrat mengambil alih tongkat pemerintahan, pertukaran antar selat Taiwan menjadi terhenti, walikota dari pan biru beberapa hari lalu membentuk tim untuk berkunjung ke Daratan Tiongkok agar dapat menarik wisatawan Daratan Tiongkok datang berwisata ke Taiwan, dan dari pihak biro perjalanan Daratan Tiongkok beberapa waktu dekat ini juga mempromosikan perjalanam “kota dan kabupaten biru” Taiwan dalam arti kota dan kabupaten yang walikota atau bupatinya berasal dari pan biru (Partai KMT).
Legislator partai KMT, Luo Ming-tsai tanggal 4 Oktober dalam rapat interpelasi menyampaikan, berhubungan dengan pemerintah tidak dapat mengembalikan kehangatan hubungan antar selata Taiwan seperti dulu lagi, ia menyarankan agar perwakilan rakyat membentuk“Tim misi perdamaian” melakukan pertemuan pertukaran di tempat ke tiga dengan orang dari pihak Daratan Tiongkok, apakah ini dapat dilaksanakan? Demikianlah yang ditanyakan pada Perdana Menteri, Lin Chuan. Terhadap hal ini Lin Chuan mengemukakan, pertukaran antar selat Taiwan harus bergantung pada niat baik dan kesediaan dari kedua belah pihak baru dapat diteruskan, tidak bisa hanya sebelah pihak, dimana hanya kita yang memberikan niat baik, apabila kedua belah pihak bersedia melakukan pertukaran maka ini dapat dilaksanakan; kalau sebaliknya maka tidak dapat digerakkan. Lin Chuan mengatakan, “apabila kedua belah pihak bersedia, maka dapat dilaksanakan, tapi jika hanya keinginan satu pihak saja, ini tidak dapat dilaksanakan. Asalkan dibawah naungan kesetaraan martabat, segala bentuk pertukaran akan kami sambut.”
Luo Ming-tsai masih melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan, bukankah Presiden Tsai Ing-wen kerapkali menyebutkan “status quo”, apakah Partai DPP bermaksud membekukan program partai “Taiwan merdeka” atau dikedepannya masih berkemungkinan menyelenggarakan referendum kemerdekaan Taiwan? Lin Chuan mengatakan, membekukan program “Taiwan merdeka” atau tidak itu adalah urusan partai, namun hingga saat ini pemerintah tidak mempertimbangkan untuk menyelenggarakan referendum Taiwan merdeka.