(Taiwan, ROC) Ketua Partai Progresif Demokrat (DPP) yang juga selaku Presiden Republik Tiongkok, Tsai Ing-wen dalam “surat kepada anggota Partai DPP” menyampaikan, “kita harus berupaya melawan tekanan dari Daratan Tiongkok”, “kita harus melepaskan ketergantungan pada Daratan Tiongkok”.
Juru bicara Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC), Qiu Chui-ceng hari Jumat (30/9) ketika diwawancarai saat hadir dalam kegiatan seminar menyampaikan, pemboikotan sejak 20 Mei mempersulit, menekan dan menghalangi hubungan antar selat Taiwan, namun pihak kami masih tetap pada konstitusi ROC untuk mengatasi masalah-masalah berkaitan dengan hubungan masyarakat dan lembaga antar selat Taiwan
Qiu Chiu-ceng mengatakan, “Saat ini perkembangan hubungan antar selat Taiwan lebih memerlukan kebijaksanaan, kesabaran, pemikirkan dari kedua belah pihak untuk mencari arahan dan jalan, seharusnya Daratan Tiongkok harus berpikir matang-matang, apabila mengunakan cara melawan atau konfrontatif, hal ini tentu bukannya membantu menyelesaikan masalah, malah membuat menjauhkan hubungan antar selat Taiwan.”
Qiu Chiu-ceng menekankan, MAC sejak 20 Mei selalu menyebut pihak lawan antar selat Taiwan sebagai “Daratan Tiongkok”, hal ini tetap tidak berubah. Qiu mengemukakan, karena kami mengikuti konstitusi Repbulik Tiongkok, kebijakan hubungan masyarakat antar selat Taiwan, maka kami menyebutkannya dengan “Daratan Tiongkok”.
Qiu Chiu-ceng pada ceramah yang disampaikan dalam seminar mengemukakan, pemerintah pasti mempertahankan hubungan perdamaian antar selat Taiwan dan statusquo, kedua belah pihak berkomitmen untuk mempertahankan mekanisme yang ada, menegakkan prinsip-prinsip demokrasi dan pelaksanaan opini rakyat, serta berharap kedua belah pihak mengenyampingkan dendam sejarah, melalui dialog damai dan sehat demi kepentingan dan kemakmuran masyarakat kedua belah pihak.