(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan sikap Daratan Tiongkok yang melarang keikutsertaan Taiwan dalam pertemuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO, negara Palau, Paraguay dan 16 negara sahabat lainnya pada hari Rabu tanggal 28 September lalu, secara bersamaan mengirimkan surat pernyataan kepada Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon, agar dapat memberikan ijin kepada Taiwan dalam mengikuti berbagai kegiatan yang bersifat internasional, sehingga dapat tercapai target pembangunan yang berkesinambungan pada tahun 2030 mendatang.
Adapun surat pernyataan kepada Ban Ki-moon terbagi menjadi 2 bagian, yakni surat berupa petisi yang ditandatangani bersama oleh 14 negara antara lain Palau, Nauru, Kepulauan Marshall, Saint Vincent, Belize, Swaziland, El Salvador, Tuvalu, Haiti, Burkina Faso, Sao Tome, Solomon, Kiribati, Saint Christopher dan Nevis. Selain itu, surat pernyataan terpisah dikirimkan masing-masing oleh negara Nikaragua dan Paraguay.
Hingga akhir rapat debat PBB yang digelar pada tanggal 26 September lalu, pihak El Salvador, Burkina Faso dan Sao Tome, pada awalnya tidak menyinggung sama sekali tentang Taiwan, namun selanjutnya pada tanggal 28 September menyatakan sikap dukungan kepada Taiwan agar dapat turut serta dalam berbagai kegiatan yang bersifat internasional.
Dalam rapat debat PBB yang digelar kali ini, hanya terdapat 13 negara sahabat yang menyatakan dukungan kepada Taiwan, dimana jumlah ini adalah yang paling seikit dibandingkan sebelumnya.
Dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan masing-masing negara di dalam rapat debat PBB, yang berasal dari negara Palau, Kepulauan Marshall, Swaziland, Belize, Kiribati, Tuvalu dan Vatikan, menunjukkan dukungan kepada Taiwan agar dapat diikutsertakan dalam program “Pembangunan Berkesinambungan 2030”. Surat pernyataan tersebut diterima oleh Kepala Kantor Sekretaris Jendral PBB, Edmond Mulet, yang berkewarganegaraan Guatemala, serta penasehat program “Pembangunan Berkesinambungan 2030”, Profesor David Navarro.
Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa pentingnya keikutsertaan Taiwan dalam berbagai organisasi yang bersifat internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia atau WHA, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO dan Konvensi Kerangka Perubahan Iklim Global atau UNFCCC. Selain itu juga mengharapkan Taiwan dapat diikutsertakan dalam program Pembangunan Berseninambungan 2030 atau SDG.
Kepala Kantor Perwakilan Dagang dan Ekonomi Taipei yang ada di New York, Hsu Li-wen juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para negara sahabat, sehingga diharapkan Taiwan dapat turut berperan dalam pembangunan dunia internasional.