(Taiwan, ROC) - Karena tekanan dari Daratan Tiongkok, delegasi Taiwan tidak bisa menghadiri konferensi ke-39 yang digelar oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Kendati Taiwan tidak mendapat surat undangan, namun Deputi Dirjen Direktorat Administrasi Penerbangan Sipil (CAA) Ho Suk Ping, Shirley (何淑萍) memimpin delegasinya menuju ke Montreal, Kanada. Nantinya, delegasi akan hadir “di luar ruang rapat” dan berinteraksi dengan negara-negara sekutu dan sahabat, ini merupakan langkah yang diambil untuk menunjukan tekad Taiwan dalam globalisasi keamanan penerbangan dunia.
Dalam wawancara lewat telepon, kepada Radio Taiwan Internasional, ia menyampaikan, kunjungan kali ini selain untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh negara-negara sekutu agar Taiwan bisa ikut serta dalam pertemuan tahunan ICAO, juga digunakan untuk melakukan interaksi dengan beberapa negara sekutu dan sahabat, menjelaskan pentingya inteljen jalur terbang Taipei dan perkembangan penerbangan Taiwan. Sampai saat ini pihaknya sudah berhubungan dengan Republik Kepulauan Solomon, El-Savador dan beberapa negara, juga dalam kunjungan kali ini akan melakukan interaksi dengan lebih banyak negara-negara sekutu dan sahabat.
Ia menyampaikan : Selain menyampaikan ucapan terima kasih dari kami, kita akan melakukan diskusi berkaitan dengan keamanan penerbangan, pengontrolan jalur penerbangan dan hal-hal terkait. Negara-negara sekutu menyadari bahwa Taiwan memiliki posisi penting7 di Asia Timur, sebenarnya berkaitan dengan transportasi internasional tidak ada batas negara, mereka juga mengakui bahwa sebenarnya tidak boleh ada gangguan, oleh karena itu, pada prinsipnya mereka sangat mendukung kita untuk ikut serta dalam kegiatan maupun pertemuan terkait yang digelar oleh ICAO.
Ia menuturkan, dari segi penerbangan internasional, Taiwan tidak boleh dilupakan, selama beberapa kurun waktu yang lalu Taiwan selalu memenuhi standar yang ditentukan oleh ICAO dan memenuhi standar dunia, oleh karena itu sangatlah penting untuk bisa bergabung dalam ICAO. Ia menegaskan, sebagai salah satu sumber dari 300 inteljen penerbangan, sudah seharusnya dan bersedia dengan keprofesionalan yang ada ikut serta bergabung dalam ICAO. “Keikutsertaan Taiwan secara terus menerus dalam ICAO dengan hormat” untuk bisa “mendapatkan informasi pertama” baru dapat melindungi keamanan penerbangan, hal tersebut dapat memberikan kontribusi bagi penerbangan dunia.