History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Senator AS Ajukan Undang Undang Wisata Taiwan

  • 28 September, 2016
  • Editor
Senator AS Ajukan Undang Undang Wisata Taiwan
Presiden Tsai (kanan) bertemu dengan Senator Rubio (kiri)

(Taiwan, ROC) - Anggota Senat Amerika Serikat Marco Rubio dan Jim Inhofe tanggal 27 September yang lalu mengajukan “Taiwan Travel Act” yang mendukung pejabat Taiwan dan AS untuk saling berkunjung, dari informasi yang ada disampaikan bahwa beberapa anggota senat dan kongres AS telah mengajukan dan membahas hal terkait.

Melanjutkan pembasan kasus rencana UU Wisata Taiwan yang diajukan oleh anggota DPR AS, dua senator AS tanggal 27 kemarin mengajukan RUU Wisata Taiwan versi mereka, dengan tujuan agar pejabat tinggi AS dapat berkunjung ke Taiwan.

Dalam pers rilisnya, Rubio menyampaikan, sampai saat ini ada pembatasan yang diberlakukan kepada pejabat tinggi AS dan Taiwan untuk dapat saling bertemu. Dalam kasus ini, diharapkan lewat saling berkunjung yang mempererat hubungan Taiwan-AS memiliki keuntungan bagi AS. Selain itu juga baik untuk keuntungan kalangan buruh dan rumah tangga di negara bagian Florida, karena Taiwan adalah tujuan ekspor terbesar ke 6 di Asia.

Rubio sendiri pernah bertemu langsung dengan Presiden Tsai Ying-wen saat transit di Miami. Ia menyampaikan, Taiwan adalah mitra penting AS untuk jangka panjang, untuk perkembangan regional yang aman memiliki kepentingan yang sama, sehingga mempererat hubungan Taiwan-AS adalah sangat penting.

Ia menegaskan, dibawah tekanan dari pihak Daratan Tiongkok, sangat disayangkan sekali Taiwan tidak diundang dalam pertemuan tahunan ICAO. Dibandingkan dengan Daratan Tiongkok, demokrasi Taiwan lebih bersemangat dan pasar ekonominya makmur dan bebas, menghadapi aksi Daratan Tiongkok untuk mengucilkan dan mem-bully Taiwan maka aksi untuk mempererat hubungan antara AS-Taiwan, dari segi ekonomi, budaya dan pertahanan terlihat semakin penting.

  

Ditambahkan, selain UU ini bertujuan untuk mendukung agar ada kunjungan antar pejabat juga menambahkan untuk kantor perwakilan dan lembaga Taiwan yang ada di AS boleh mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi resmi di AS.

Selain itu, versi yang diajukan oleh Steve Chabot di pertengahan bulan ini juga memiliki kesamaan. RUU ini harus mendapat persetujuan dari senator dan anggota kongres kemudian ditandatangani oleh presiden AS baru resmi diberlakukan.

Dalam keterangan pers rilis yang dilansir oleh Ketua FAPA (The Formosan Association for Public Affairs) Chen Cen-yi (陳正義)  menyampaikan, ini adalah informasi penting yang disampaikan oleh sentor AS, ini membuktikan bahwa model interaksi yang saat ini berjalan antara AS-Taiwan sudah ketinggalan jaman, tidak mampu mempertahankan perdamaian regional. Amerika berharap dapat memperdalam demorkasi di regional, sehingga seharusnya dapat terus mendorong negara-negara yang sedang menuju ke arah demokrasi.

Komentar

Terbarumore