(Taiwan, ROC) Upacara pemberian hadiah Penghargaan Tang priode ke 2 digelar di Gedung Memorial Dr. Sun Yat Sen, Taipei, Minggu, 25 September.
Enam pemenang untuk empat kategori hadiah masing-masing Arthur H. Rosenfeld untuk pembangunan berkelanjutan, Emmanuelle Charpentier, Jennifer A. Doudna dan Zhang Feng untuk ilmu biofarmasi, William Theodore de Bary untuk ilmu sinologi, serta Louise Arbour untuk nomokrasi.
Melalui kata sambutannya, Kepala Yayasan Pendidikan Penghargaan Tang Chern Jenn-chuan (陳振川) memuji sumbangan para pemenang Penghargaan Tang bagi kemajuan peradaban dunia dan melukiskan riset sains serta esensi budaya dari keenam pemenang tersebut sebagai model global.
Oleh karena usia yang sudah lanjut, pemenang kategori pembangunan berkelanjutan Arthur H. Rosenfeld tidak mampu secara pribadi datang ke Taiwan, namun merekam sebuah video yang menegaskan diraihnya Penghargaan Tang adalah suatu kehormatan besar baginya.
Rosenfeld mengatakan, “Yayasan Pendidikan Penghargaan Tang, terima kasih telah memahami kondisiku. Bagi saya, ini adalah suatu kehormatan besar. Sahabatku, terima kasih!”
Salah satu pemenang kategori biofarmasi Emmanuelle Charpentier juga berterima kasih atas kepastian Penghargaan Tang, dan menegaskan memori indah dalam kunjungannya di Taiwan kali ini.
Charpentier mengatakan, “Sekali lagi saya ucapkan terima ksih kepada Yayasan Pendidikan Penghargaan Tang atas kepastian ini. Taiwan telah meninggalkan banyak memori indah bagiku, dan saya pasti akan datang lagi ke sini.”
Ketua Academia Sinica James Liao (廖俊智) mengemukakan, berdiri di bahu seorang raksasa, baru bisa mengadakan riset inovatif, prospektif dan berpengaruh.
Menurut Liao, keenam pemenang Penghargaan Tang bagaikan raksasa tersebut, bersumbang demi kesejahteraan umat manusia, mendorong ditemukannya arah lebih luas bagi perkembangan riset.
Keberhasilan mereka adalah kenyataan yang bisa dilihat bersama dan patut dihargai, tegas Liao.