(Taiwan, ROC) Sidang Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang akan berlangsung tanggal 27 September di Kanada, namun terdengar isu karena mendapat halangan dari Daratan Tiongkok sehingga Taiwan sampai saat ini (23/9) belum menerima surat undangan, Taiwan untuk mendapat undangan sepertinya kemungkinannya sudah sangat kecil.
Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (23/9) ketika menemui rombongan dari Komite Perdagangan Rakyat Internasional Parlemen Eropa (INTA) menyampaikan, Taiwan terus menerus menyampaikan kesediaannya turut dalam ICAO yang disampaikan melalui parlemen Eropa dan sahabat internasionalnya, terkait dengan tahun ini tidak mendapatkan surat undangan, Taiwan ingin menyampaikan penyesalan dan ketidakpuasan, Taiwan mendapat perlakuan tidak adil dan ini juga merupakan kerugian besar bagi keselamatan penerbangan internasional.
Kepala negara menekankan, kawasan informasi penerbangan Taiwan merupakan kawasan yang ramai dan penting, tahun lalu dalam satu tahun ada 1, 53 juta penerbangan yang mengangkut lebih dari 58 juta penumpang dari seluruh dunia.
Pemimpin negara menyampaikan, keamanan penerbangan merupakan hak dasar dari manusia, tidak boleh ada diskriminasi dari perbedaan kawasan, negara maupun etnis. Namun selama 42 tahun ini Taiwan selalu terlambat mendapatkan informasi terkait dengan pertahanan dan keamanan penerbangan, hal ini sangat tidak adil.
Presiden kembali menekankan, keamanan penerbangan merupakan hak yang mendasar bagi manusia, tidak seharusnya dan tidak selayaknya dilibatkan, diintervensi, dipengaruhi atau dirampas oleh unsur politik, ini merupakan harapan dari seluruh masyarakat Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Keselamatan penerbangan tidak boleh diabaikan, untuk itu perlakukan Taiwan dengan adil, agar bisa dapat langsung dan efektif menerima informasi ICAO, dengan demikian baru dapat memberikan jaminan sepenuhnya bagi keamanan penerbangan. Taiwan tidak seharusnya karena berbagai unsur politik disisihkan dan dikeluarkan dari sidang keamanan penerbangan sipil internasional.”
Perdana Menteri, Lin Chuan hari Jumat (23/9) ketika diinterpelasi legislator DPP, Lee Kun-tze juga menyampaikan rasa tidak puas dan sangat menyesalkan kalau Taiwan tidak dapat turut dalam sidang ICAO.
Lin Chuan mengatakan, “Keamanan penerbangan merupakan hak asasi manusia yang paling dasar, tidak seharusnya diganggugugat, terutama diintervensi oleh unsur politik, tidak rasional kalau kita mendapat tekanan, kita akan dengan tegas menyampaikan rasa tidak puas dan menyesalkan ini, akan melalui berbagai cara menyerukan suara ini pada dunia internasional.”
Presiden menyampaikan, sejak tahun 1996 hingga sekarang, warga Taiwan melalui beberapa kali pemilu yang diselenggarakan memberitahukan dunia Taiwan bersikeras terhadap demokrasi dan kebebasan. Jalan yang dipilih rakyat Taiwan merupakan kehendak bersama seluruh rakyat. Apabila setuju dengan nilai-nilai universal demokrasi maka tidak seharusnya orang yang memilih demokrasi malah berprilaku tidak adil. Juga tidak seharusnya dipengaruhi atau diintervensi oleh batasan dari sesuatu yang tidak demokrasi.
Terakhir presiden menegaskan, kesetaraan, martabat, memberikan sumbangsih pada keikutsertaan kegiatan organisasi internasional, itulah yang selalu diupayakan dan menjadi target Taiwan, dan juga Taiwan memiliki tanggung jawab selaku salah satu bagian dari warga internasional, presiden Tsai juga memohon teman parlemen Eropa untuk mendukung Taiwan untuk dapat turut berpartisipasi di ICAO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (UNFCCC), INTERPOL dan organisasi internasional penting lainnya.