(Taiwan, ROC) – Dalam sebuah laporan media masa disampaikan bahwa, 2 pejabat utusan dari Dewan Urusan Perikanan saat menghadiri sidang internasional yang digelar oleh Komite Urusan Perikanan, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, tidak diijinkan masuk ke dalam ruang pertemuan karena pihak Daratan Tiongkok memberikan tekanan kepada panitia penyelenggara.
Rabu ini (21/9) Menteri Pertanian Tsao Chi-hung (曹啟鴻) sebelum memberikan laporan di Yuan Legislatif kepada wartawan menyampaikan “Penyesalan yang mendalam” sekaligus meminta kepada Daratan Tiongkok untuk menghentikan aksi tekanannya. Ia juga menuturkan harapannya agar Daratan Tiongkok seharusnya merubah pola pikir untuk tidak berpolitik dengan tangan besi.
Menteri Tsao menyampaikan : Sejak dahulu Daratan Tiongkok memerintah dengan tangan besi, era kepemimpinan seperti ini sudah masa abad 20, di abad ke-21 ini, ekosistem dunia memasuki era saling bergantungan, kami menghimbau agar Daratan Tiongkok dapat menghormati hal ini.
Direkur Jenderal Dewan Urusan Perikanan (FACAO), Chen Tain-shou (陳添壽) mengungkapkan bahwa 2 pejabat dari FA.CAO menghadiri pertemuan itu selaku anggota LSM “Asosiasi Perikanan Taiwan” dan “Dewan Pengembangan Perikanan Luar Negeri”, bukan sebagai anggota resmi, juga tidak ada dalam daftar nama peserta, tidak ada hak menilai dan bersuara.
Menteri Chen mengatakan, kedua pejabat kita tertahan karena pada saat mereka ingin menukarkan paspor ternyata terlihat oleh Daratan Tiongkok dan meminta kepada penyelenggara untuk menahan mereka, walau 1 orang telah lolos namun tetap dipaksa untuk keluar dari ruang rapat.
Merespon pertanyaan dari legislator, Menteri Chen mengakui bahwa hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, kondisi saat ini memang “lebih agak menegangkan”. Hal ini telah disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri, apabila hal serupa terulang kembali maka akan dikoordinasikan lewat lembaga urusan luar negeri.