(Taiwan, ROC) – Anggota kaukus imigran baru partai Kuomintang(KMT), Lin Li-chan(林麗蟬) pada hari ini (20/9) mengatakan, walaupun pemerintah menerapkan kebijakan baru menuju selatan, akan tetapi pembinaan sumber daya manusia dan dasar pariwisata masih belum direvisi untuk menyambut kunjungan wisman asal Asia Tenggara, tidak hanya keterbatasan pelaku usaha wisata dalam bahasa, sistem rambu lalu lintas masih belum memadai. Ia mengharapkan agar pemerintah dapat memperbaiki dasar infrastruktur untuk menyambut wisman asal Asia Tenggara.
Pemerintah secara giat secara aktif mempromosikan pertukaran sumber daya manusia sebagai inti dari kebijakan baru menuju Selatan, mengharapkan melalui sektor pariwisata dan perdagangan dapat memperdalam hubungan Taiwan dengan Asia Tenggara, anggota kaukus imigran baru partai KMT asal Kamboja Lin Li-chan saat berada di sidang Yuan Legislatif mengajukan sehubungan dengan topik kebijakan baru menuju Selatan masih banyak hal yang perlu dilengkapi.
Lin Li-chan mengatakan, di Taiwan pemandu wisata yang berkemampuan menguasai bahasa asal Asia Tenggara hanya ada 107 orang, jumlah yang sangat terbatas bagaimana mampu mempromosikan kebijakan baru menuju Selatan. Lin Li-chan mengatakan, dalam negeri jumlah pemandu wisata untuk wisman Asia Tenggara sangat tidak mencukupi, hingga saat ini hanya ada 107 orang, masih banyak agen perjalanan tidak agen Asia Tenggara yang professional, sangat meragukan karena kondisi pemandu wisata yang terbatas, bagaimana pemerintah meningkatkan kualitas pariwisata untuk pasar Asia Tenggara?
Tidak hanya keterbatasan untuk bahasa, Lin Li-chan yang pernah lama bertugas sebagai relawan di stasiun kereta api Changhua mengatakan, sebagian besar untuk transportasi umum dengan penggunaan bahasa Inggris dan Mandarin, dapat dikatakan tidak begitu dekat dengan wisman Asia Tenggara. Lin Li-chan mengatakan, sementara ini untuk kereta api domestik, kereta cepat(THSR) atau transportasi publik lainnya, di stasiun umumnya menggunakan bahasa Mandarin dilengkapi dengan bahasa Inggris, setiap stasiun yang tidak dilengkapi dengan petugas yang menguasai bahasa Asia Tenggara, dalam hal ini bagi wisman asal Asia Tenggara ketika melakukan perjalanan bebas akan mengalami kendala memberi tiket ataupun saat menumpangi transportasi umum.”
Lin Li-chan beranggapan jika ingin menarik wisman asal Asia Tenggara maka perlu adanya infrastruktur pariwisata yang mendasar, jika tidak melakukan penyesuaian dan perbaikan untuk pasar Asia Tenggara maka hanya dapat melihat tanpa menguasai pangsa pasar besar ini.