Pusat Strategi dan Studi Internasional Wadah Pemikir Amerika Serikat (CSIS) tanggal 5 mengumumkan, survey diplomasi regional terhadap 11 negara dan wilayah di Asia Pacifik, Taiwan sangat berkeinginan untuk berpartisipasi dengan kerjasama Trans Pacific (TPP) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) serta kerja sama dengan organisasi-organisasi ekonomi bilateral dengan negara-negara lain.
Dari hasil wawancara Pusat Studi Strategis Internasional Asia Pacific dengan 402 pakar diplomatik dari 11 negara dan wilayah di Asia Pacific terhadap “kekuasaan dan ketertiban Asia” memperlihatkan rata-rata setiap negara memandang penting APEC, G20, TPP, RCEP dan lainnya mamandang pentingnya konsultasi organisasi ekonomi
Dari 29 pakar Taiwan yang diwawancarai, semuanya beranggapan, Taiwan sangat memandang pentingnya TPP dan RCEP, bahkan tingkat kepentingan untuk APEC mencapai 93%, jauh lebih tinggi dari tingkat kepentingan dari pandangan pakar Amerika, Jepang, Korea Selatan dan negara lainnya terhadap organisasi ekonomi.
Pakar senior peneliti hubungan antar selat Taiwan, Bonnie Glaser menyampaikan, seluruh responden dari Taiwan sepenuhnya mendukung partisipasi dalam TPP dan RCEP, Taiwan sangat berkeinginan untuk bergabung dengan berbagai organisasi internasional tetapi dikesampingkan oleh organisasi internasional.
Berdasarkan survei memperlihatkan, 63% dari responden Daratan Tiongkok juga beranggapan TPP memiliki peran penting pada masa depan perekonomian Daratan Tiongkok, 83% sependapat dengan RCEP, hal ini menunjukkan pihal Daratan Tiongkok tidak lagi memandang TPP sebagai ancaman perekonomiannya, bahkan dianggap bisa menjadi kekuatan pendorong untuk mengerakkan reformasi internal
TPP dianggap sebagai bagian penting dari penyeimbang kebijakan politik Amerika dan Asia, tetapi pandangan antara Daratan Tiongkok dan negara Asia lainnya memiliki perbedaan, lebih dari 90% pakar Jepang, Korea Selatan dan Taiwan yang ditanyai mendukung penyeimbangan ini, sedangkan Daratan Tiongkok hanya 23%. Kebanyakan pandangan dari pihak Daratan Tiongkok beranggapan penyeimbangan datangnya dari Daratan Tiongkok sendiri; sebaliknnya, sebagian besar negara-negara beranggapan, kebijakan politik ini sudah baik, tetapi masih kurang akan sumber informasi.
Jajak pendapat ini diselenggarakan oleh MacArthur Foundation bekerjasama dengan Asahi Shinbun-Jepang, East Asia Daily-Korea Selatan, China Times-Taiwan dan media-media lainnya yang melakukan survei terhadap pakar dari Amerika Serikat, Jepang, Australia, India, Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan lainnya, penyelenggaraan survei wawancara ini dilakukan dari tanggal 24 Maret hingga 22 April.