(Taiwan, ROC)- Berkaitan dengan anjloknya jumlah wisman Daratan Tiongkok , hampir mencapai 20 ribu pelaku usaha industri wisata pada hari Senin tanggal 12 September 2016 turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi, meminta pemerintah memperhatikan kendala yang dihadapi industri sektor pariwisata. Sehubungan dengan hal ini, Dirjen Liu Hsi-lin menerima wawancara dari Radio Taiwan Internasional dan menyampaikan, pemerintah akan menyediakan anggaran dana senilai 30 milyar dolar Taiwan untuk mendukung transformasi industri ini, melalui pengembangan wisata untuk pasar domestik dan ekspansi ke pasar Asia Tenggara guna membangkitkan kembali industri pariwisata Taiwan.
Berdasarkan data dari Keimigrasian(NIA) mencatat pada bulan Agustus 2016, kunjungan wisman asal Daratan Tiongkok ke Taiwan berkurang hingga angka 170 ribu orang, jika dibandingkan dengan awal tahun ini mencatat berkisar 320 ribu pengunjung, dapat dikatakan berkurang hampir separuh, pelaku usaha industri pariwisata mengharapkan eksistensi mereka diperhatikan, maka turun ke jalan melakukan aksi demo meminta pemerintah memberikan perhatian kepada mereka. Dalam hal ini Dirjen Direktorat Pariwisata Liu Hsi-lin mengatakan, pihaknya mendata, industri Taiwan yang mendapat pengaruh akibatnya anjloknya jumlah wisman Daratan Tiongkok berwisata ke Taiwan ada 38 agen perjalanan perusahaan, 250 perhotelan, lebih dari 80 usaha bisnis maupun bus pariwisata, maka pemerintah mengambil langkah cepat untuk jangka pendek dan penerapan transformasi industri untuk jangka panjang, guna membantu pelaku usaha keluar dari kesulitan ini. Liu Hsi-lin mengatakan,"saat ini jumlah wisman secara keseluruhan dengan angka pertumbuhan 8,4%, sektor pariwisata Taiwan masih dalam kondisi peningkatan, bagi pelaku usaha secara riil mendapat pengaruh buruk ini akan segera diisi dengan wisata pasar domestik, sementara bagi yang menganggur, atau diliburkan tanpa gaji akan diatur dalam sistem di kementerian ketenagakerjaan untuk diberikan pembinaan."
Liu Hsi-lin mengemukakan, krisis adalah suatu kesempatan, kondisi anjloknya wisman Daratan Tiongkok akan berkemungkinan terjadi lagi, pelaku usaha semestinya siap menghadapi dengan mengambil langkah lainnya seperti wisman asal domestik maupun negara lainnya. Pemerintah akan memberikan dana sebesar 30 milyar dolar Taiwan membantu peningkatan industri usaha sektor pariwisata serta giat melakukan ekspansi ke mancanegara termasuk Asia Tenggara. Liu Hsi-lin mengatakan, "secara khusus mengharapkan semua teman baik pelaku industri wisata, walaupun dengan terpaksa turun ke jalan untuk mengutarakan suara hati, namun diminta agar usai unjuk rasa ini masih memegang cangkul untuk terus menggarap industri pariwisata, kami mengharapkan melalui transformasi peningkatan ini, melalui upaya pasar variatif agar industri pariwisata dapat bangkit kembali dan dipulihkan."
Liu Hsi-lin mengatakan, melalui bebas visa, kemudahan prosedur pengurusan visa dan peningkatan pemasaran, dari pasar Asia Tenggara tampaknya mulai membuahkan hasil, Januari hingga Juli 2016 untuk wisman asal Thailand meningkat 37%; selain itu, pemasaran yang ditingkatkan melalui wisata kapal pesiar, jumlah wisman asal India berkunjung ke Taiwan meningkat 50%.
Liu Hsi-lin menekankan, walaupun jumlah wisman Daratan Tiongkok menurun, Direktorat Pariwisata masih mengharapkan agar jumlah kunjungan wisata ke Taiwan dapat dipertahankan dengan angka yang tercatat di tahun lalu, mencapai 10,44 juta per orang per kali, selain menata kembali pemulihan sektor wisata pasar Daratan Tiongkok, angka kunjungan wisman asal Jepang, Korea dengan pertumbuhan stabil, sementara wisman asal Asia Tenggara dengan sasaran pertumbuhan 20%. Tidak hanya menambah jumlah wisman yang berkunjung ke Taiwan juga diharapkan agar frekuensi kunjungan semakin meningkat termasuk pula dana konsumsi dan tingkat kepuasan dapat semakin bertambah.