Profesor dari fakultas keuangan, Yin Nai-phing menegaskan, arahan dari reformasi perbaikan pajak keuangan tidak hanya menguntungkan orang kaya, tetapi benar-benar dapat mengurangi pajak berdasarkan tingkatan gaji; mengenai pajak operasi keuangan, Yin menganggap, kembali menjadi 2% itu bukanlah masalah, tidak seperti anggapan dari dunia luar, bisa membuat bank memunggut biaya administrasi pada masyarakat.
Sebelumnya mantan menteri keuangan, Liu Yi-ru karena masalah pajak saham turun jabatan, kalai ini Yin Nai-phing juga menghimbau, pemerintah seharusnya membahasnya secara terbuka, bukan pembahasan tertutup.
Yin menjelaskan, pajak operasi keuangan sebenarnya sebesar 5%, saat ini sedang dibahas untuk kembali menjadi 2%, hanya mengambil keluar uang dari kantung bank, ini tidak menimbulkan masalah besar. biaya administrasi yang masyarakat berikan pada bank seharusnya tidak dinaikan karena ini.
Yin Nai-phing beranggapan, perbaikan pajak keuangan merupakan jalan yang tidak pernah berhenti, saat ini pemerintah berencana untuk meningkatkan pemotongan pendapatan, dapat mengurangi pajak pada tingkatan gaji, dan setelah peninjauan akhir, pada kondisi yang berbeda ini malah memberikan keuntung bagi orang kaya.
Yin menyarankan, perbaikan pajak seharusnya memperhitungan cakupan pajak bea cukai barang, seperti sebelumnya adalah pajak barang mewah, tetapi sekarang ini barang-barang tertentu harus dibekukan, ini harus mengurangi pajak bea cukai barang; mobil mewah selain dipotong pajak barang mewah, pajak bea cukainya juga harus ditingkatkan, sehingga baru dapat membangun kebijakan pajak jangka panjang.