(Taiwan, ROC) – Pemerintah Kota Taipei tanggal 8 September menyatakan untuk tidak memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan Farglory Grup terkait pembangunan Taipei Dome, namun 7 jam setelah itu, Farglory grup menyatakan Pemkot Taipei mengajukan 7 butir standar keamanan yang tidak terbukti. Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) saat menghadiri “Kehidupan Sehat Rambut Putih” hari ini (9/9) mengatakan, dia berharap Farglory adalah sebuah perusahaan yang menghargai penghargaan.
Walikota mengatakan, “Saya berharap Farglory adalah perusahaan yang menghargai penghargaan, kami masih berpedoman pada janji hitam diatas putih mereka. Saya rasa ini adalah budaya yang membangun sosial Taiwan, yaitu menekankan kredit, saya rasa ini sangat penting.”
Ko Wen-je mengatakan, saat itu Farglory dipaksa untuk menghentikan proyek karena menjalankan tidak sesuai dengan rencana, Yuan Pengawas dan Pengadilan Tinggi juga memutuskan bahwa pemberhentian proyek oleh Pemkot Taipei adalah sesuai aturan, dan Farglory harus mengerti hal ini. Dia mengatakan, karena dikerjakan tidak sesuai rencana, maka hanya tersisa 2 pilihan, pertama dikembalikan sesuai dengan rencana awal, yang lainnya yaitu pembangunan harus melewati perubahan surat ijin membangun. Ini adalah kesempatan terakhir Farglory.
Walikota juga menekankan, tindakkanya berdasarkan hukum dan keamanan publik. Dia mengatakan, jika dikerjakan tidak sesuai rencana, artinya pelanggaran. Dia berharap, budaya dulu “mengajukan gambaran perencanaan kemudian dibagun sembarang, setelah dibangun baru mengajukan perubahan ijin bangunan” harus dirubah. Terkait apakah akan melakukan pertemuan dengan CEO Farglory Chao Teng-hsiung (趙藤雄), Ko Wen-je mengatakan, tidak perlu pertemuan tertutup karena kedua pihak punya jalur penghubung, segalanya “dijalankan sesuai hukum, dikerjakan sesuai hukum dan keamanan publik”, masing-masing berpegang pada dasar-dasar norma sosial sudah cukup.
Terhadap kritikan politikus partai KMT, DPP dan LSM, Ko Wen-je mengatakan, Pemkot dalam beberapa hari ini akan berkomunikasi dengan anggota DPRD dari berbagai partai. Dia juga berterima kasih atas desakan dan pengawasan dari LSM, dan kegigihan LSM adalah keberanian Pemkot dapat bertahan begitu lama, tidak menganggap remeh berkompromi dengan kekuatan besar. Terkati kritik mantan Walikota Taipei Hao Lung-ping (郝龍斌) yang mengatakan tidak ada progres selama 500 hari Taipei Dome, Ko Wen-je yang awalnya tidak mau merespon, pada akhirnya memberikan komentar, bahwa dirinya saat ini sendang mengurusi kekacauan yang ditinggalkan oleh Hao Lung-ping.
Walikota ketika ditanya terkahir apa yang dimenangkan oleh masyarakat Taipei? Ko Wen-je mengatakan, kita memenangkan Dome yang lebih aman.