(Taiwan, ROC) – Komite penimbang upah dasar pada hari Kamis tanggal 8 September menggelar rapat komite yang terdiri dari 21 orang, dengan beranggotakan pihak pekerja, pihak pengusaha, pejabat pemerintahan dan para pakar. Untuk pihak pekerja dan pengusaha masing-masing ada 7 orang sebagai perwakilannya. Dalam rapat sebelumnya, ada 7 orang dari pihak pengusaha tidak hadir akan tetapi untuk kali ini Perdana Menteri Lin Chuan telah menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan antusias memberikan undangan maka hadir 2 orang anggota komite dari pihak pengusaha dari Kamar Dagang Republik Tiongkok dan Asosiasi Umum Uni Manufaktur Kawasan Industri Republik Tiongkok (MUGA).
Ketua pengurus dari MUGA, Tseng Bau-hsiang saat diwawancarai mengatakan, Ia mengharapkan pembahasan upah pekerja bisa mendapat win-win solution, tidak hanya sekedar aksi protes atau terus menghindari tidak berdiskusi, hal ini akan menyebabkan pihak panitia tidak dapat menyelesaikan permasalahan, maka memutuskan untuk menghadiri pertemuan ini.
Menteri Ketenagakerjaan Guo Fang-yu sebelum sidang mengatakan, dalam rapat akan mendiskusikan upah per jam apakah dari 120 dolar Taiwan direvisi menjadi 126 dolar Taiwan, apakah upah pokok juga perlu dilakukan revisi, dalam rapat akan dibagi topic pembahasannya dan saling bertukar pendapat untuk mendapatkan kesepakatan.
Menteri Ketenagakerjaan Guo Fang-yu mengatakan, “Kami memiliki dua hal utama yang perlu dibahas yang pertama adalah standar jam kerja yang diatur dalam undang-undang dalam waktu 2 minggu jam kerja 84 jam, dikurangi menjadi dalam satu minggu dengan 40 jam kerja, untuk upah per jam terdapat perubahan, dari 120 dolar Taiwan direvisi menjadi 126 dolar Taiwan, dalam rapat ini akan menghasilkan diskusi nyata.
Tidak sedikit serikat buruh yang melakukan aksi protes sebelumnya, meminta agar adanya kenaikan upah pokok, meminta agar nilai upah berada di antara NT$ 26.000 hingga NT$ 27.974, upah per jam diminta naik menjadi antara NT$ 164 hingga NT$ 177.