(Taiwan, ROC) - Kasus KKN Mantan Wakil Bupati Taoyuan, Ye Shi-wen hingga kini masih berkelanjutan. Perdana Menteri Jiang Yu-hwa pada hari Kamis tanggal 5 Juni dalam rapat Yuan Eksekutif menyampaikan bahwa kasus Ye Shi-wen telah mencoreng muka pemerintah yang seharusnya bergaya hidup sederhana. Biro Anti Korupsi Kementrian Kejaksaan atau AAC diminta untuk terus melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu dan tidak dibatasi ruang penyelidikannya. PM Jiang juga menyambut positif tindakan yang dilakukan oleh AAC.
Jiang Yu-hwa menyebutkan bahwa tugas AAC bukan hanya harus tegas, kesehariannya juga harus dapat menjaga pencegahan korupsi, anti korupsi. Ia berharap setiap kepala pemerintahan dapat bertanggung jawab di dalamnya. Tentu saja dalam menjalani kepatuhan akan sikap kesederhanaan para pegawai negeri, semua ini masih berhubungan juga dengan inti tugas dari Biro Anti Korupsi, cara penanggulangannya, bahkan mengambil langkah-langkah langsung terhadap para pegawai negeri yang memiliki catatan yang buruk. Semua ini bisa dilakukan dengan cara perubahan posisi jabatan, guna mengentaskan dan mengimplementasikan fungsi anti korupsi yang ada.
Juru Bicara Yuan Eksekutif, Sun Lih-chyun mengatakan, “Sambil menantikan hasil bukti yang sedang diselidiki oleh pihak kedisiplinan, jika telah ada, maka kepala pemerintahan yang bersangkutan akan mengambil langkah sebagaimana mestinya. Setiap Kepala daerah tentu pernah menghadapi permasalahan yang sama, dimana selalu ada pejabat yang dipandang bersikap buruk, maka diminta untuk segera diselesaikan melalui pihak kedisiplinan yang ada. Sekalipun bukti yang nyata belum tentu dapat ditemukan, tetapi perlu adanya pencegahan kasus seperti demikian dengan jalan perubahan posisi jabatan. Semua ini untuk menghindari terjadinya kasus yang lebih besar lagi yang dapat mencoreng nama baik pemerintah.”
Jiang Yu-hwa menjelaskan bahwa selama masa pemerintahannya ia pernah mendapatkan surat kaleng sehubungan dengan kasus Ye Shi-wen, dimana isinya juga hampir serupa dengan apa yang dimiliki oleh pihak kedisiplinan yang ada, sehingga ia juga segera menyerahkan surat kaleng tersebut kepada instansi yang bersangkutan, walau saat itu tidak ditemukan bukti yang akurat, namun setelah melalui penyelidikan selama beberapa tahun, akhirnya kasus ini dapat terpecahkan juga.
Jiang Yu-hwa menyampaikan bahwa program pelaksanaan perumahan beragam untuk masyarakat masih akan terus dilanjutkan, dan tidak karena permasalahan ini maka program akan dihentikan. Hanya saja instansi yang terkait dapat memberikan laporan penyelidikan yang senada dengan harapan dari masyarakat.