(Taiwan, ROC) Partai oposisi Kuomintang (KMT) akan terus mendorong pertukaran antar Selat Taiwan di tengah-tengah meningkatnya ketidakstabilan antara Taiwan dan Daratan Tiongkok, demikian berdasarkan platform kebijaksanaan yang diluluskan dalam Kongres Partai di Taipei, Minggu, 4 September.
Platform tersebut menyatakan, perdamaian antar Selat Taiwan sedang kurang stabil karena pemerintah di bawah pimpinan Presiden Tsai Ing-wen, yang diinaugurasi 20 Mei, dan partai berkuasa Partai Progresif Demokratik (DPP), belum melepaskan pendirian pro-kemerdekaan sebagaimana didukung oleh platform partai DPP, juga belum mengakui “konsensus 1992” yang dianggap pemerintah KMT dan Beijing sebagai fondasi bagi hubungan antar selat.
Menilik adanya kondisi ketidakpastian antara Taiwan dan Daratan Tiongkok, KMT bersumpah akan berperan aktif dalam mempertahankan perdamaian antar Selat Taiwan melalui didorongnya pertukaran dan kerja sama bilateral demi keuntungan masyarakat Taiwan.
Platform kebijaksanaan baru juga menegaskan, KMT akan berusaha mengeksplor kemungkinan bagi diakhirinya sikap bermusuhan antara Taiwan dan Daratan Tiongkok melalui ditandatanganinya perjanjian perdamaian.
Menurut mantan Ketua Yuan Legislatif Wang Jin-pyng (王金平), yang sekarang menjabat sebagai legislator nasional KMT, ditekennya suatu perjanjian perdamaian akan menawarkan masyarakat Taiwan dan pemerintah saat ini suatu visi serta opsi berpotensi, yang bisa didiskusikan dan disepakati oleh setiap pihak.
Dalam pidato inaugurasinya 20 Mei, Presiden Tsai Ing-wen mengatakan dia menghormati kenyataan sejarah bahwa Taiwan dan Daratan Tiongkok, melalui negosiasi antara lembaga kuasi-resmi, bersepakat atas sejumlah isu pada 1992, namun Tsai tidak menyenggol “konsensus 1992.”
Hal tersebut mengakibatkan Beijing menghentikan semua saluran komunikasi resmi dengan Taiwan pascar 20 Mei.