History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengusaha Amerika Yakini Kebebasan Perekonomian Taiwan

  • 05 June, 2014
  • Editor
Pengusaha Amerika Yakini Kebebasan Perekonomian Taiwan
AmCham

   (Taiwan, ROC) - Kantor Dagang Amerika Serikat atau AmCham pada hari Kamis tanggal 5 Juni dalam buku laporan putih tentang Taiwan tahun 2014, pada kata sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya meyakini sikap Taiwan dalam mendorong kebebasan ekonomi dengan berbagai usaha yang dilakukan. Selain itu juga mengagumi sikap dan arah jalur pemerintah Taiwan, yang diibaratkan seperti “Motor penggerak baru”, bersamaan dengan hal tersebut, pihaknya juga tetap memperhatikan masalah energi yang dihadapi oleh Taiwan serta rancangan perlindungan tenaga kerja outsourcing. AmCham berharap pemerintah Taiwan dapat terus berusaha keras dalam bidang ini.

   Ketua AmCham, Thomas Fann menyebutkan bahwa pada buku putih yang dikeluarkan tahun lalu, terdapat 6 hal yang berhasil diselesaikan dari 103 permasalahan yang dicatat di dalamnya, selain itu juga terdapat 21 bidang yang masih terus mengalami perkembangan penyelesaian. Secara keseluruhan perbaikan yang terjadi mencapai 26,2%, dan hal ini adalah yang prosentase perbaikan tertinggi yang terjadi selama 5 tahun terakhir ini.

   Thomas Fann mengatakan, “Dalam upaya dan kegigihan penyesuaian cara dan hukum yang dilakukan oleh dewan pembangunan negara yang baru, secara langsung menghubungi para anggota kantor dagang yang ada, termasuk kantor dagang Amerika yang secara inisiatif melakukan kontak dan musyawarah, semua ini adalah ha; yang membuat kita menjadi nyaman, karena selama ini, hal inilah yang sangat sulit untuk dilakukan penerobosan yang baru.”

   Thomas Fann menegaskan bahwa perwakilan AmCham pada tanggal 16 yang akan datang akan mengutus timnya ke Washington sambil membawa buku laporan putih tersebut. Ia menyarankan agar pemerintah Amerika dapat segera menandatangani kesepakatan investasi antar dua belah pihak atau BIA. Selain itu juga menyatakan bahwa Amerika tidak memiliki alasan untuk melarang Taiwan bergabung dalam keanggotaan kerjasama perekonomian Trans Pasific atau TPP.

   Thomas Fann mengatakan, “Kami juga berharap pemerintah Amerika Serikat dapat memberikan dukungan kepada Taiwan, agar pada akhirnya dapat bergabung dalam keanggotaan TPP. Karena bagi Amerika, Taiwan merupakan mitra bisnis ke 12 yang terbesar, sehingga tentu memiliki satu kepentingan tersendiri. Kita kesampingkan masalah unsur politik, hanya membahas bidang perekonomian saja sudah merupakan hal yang sangat penting artinya, sehingga tidak ada alasan untuk menolak Taiwan bergabung dalam keanggotaan tersebut.”

   Namun dalam buku laporan putih tersebut juga tertulis bahwa pihak AmCham mengkhawatirkan masalah sumber energi yang dimiliki oleh Taiwan. Pihaknya berharap Taiwan dapat dalam waktu singkat mengeluarkan rancangan perbaikan pembangunan sumber energi yang lebih nyata. Selain itu, dalam bidang rancangan perlindungan tenaga kerja outsourcing, dapat memberikan keleluasaan bagi para pengusaha tanpa melupakan perlindungan terhadap para tenaga kerja yang ada.

Komentar

Terbarumore