(Taiwan-ROC) – Terjadi serangan ledakan di kota Davao, selatan Filipina. Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Filipina memperingati para turis, pengusaha serta masyarakat Taiwan yang berencana mengunjungi Filipina untuk berhati-hati, juga menyarakan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan daerah terkait.
Pada tanggal 2 September malam di pasar malam kota Davao, terjadi ledakan yang menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dan 70 orang lainnya luka-luka. Presiden Rodrigo Duterte hari ini (3/9) mengumumkan, seluruh Filipina berstatuskan “tidak dapat mendisiplinkan kekerasan” dan akan meningkatkan pelaksanaan keamanan.
Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Filipina, Garry Lin (林松煥), telah memerintahkan tim ekonomi dan tim perantauan untuk menyebarkan berita, memperingatkan pengusaha Taiwan dan peratau untuk lebih berhati-hati, terutama yang berada di pulau Mindanao.
Garry Lin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada warga Taiwan yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan tersebut.
Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Filipina hari ini juga meminta kepada Kemenlu untuk meningkatkan tanda kewaspadaan kota Davao dari abu-abu menjadi kuning, juga menyarankan pada warga Taiwan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan keadaan saat ini.
Tingkat kewaspadaan Pemerintah Republik Tiongkok yang terbagi atas 4 warna yaitu merah, oranye, kuning dan abu-abu, dan abu-abu adalah warna terendah.
Filipina saat ini berstatuskan tidak dapat mendisiplinkan kekerasan, pihak keamanan dan anti-teror juga telah meningkatkan kewaspadaan. Garry Lin mengingatkan kepada warga Taiwan yang datang ke Filipina agar mematuhi aturan setempat dan tidak terlibat dalam perilaku kriminal.