(Taiwan, ROC) – Pengajuan pengunduran diri yang diajukan oleh Kepala Yuan Yudisial, Lai Hao-min dan Wakil Kepala Su Yeong-ching, belum lama ini baru saja diijinkan, sementara itu pada tanggal 31 Oktober mendatang, akan terdapat 5 Jaksa Agung yang akan segera memasuki masa pensiun. Untuk itu Presiden Tsai Ing-wen telah mengajukan pengganti yang baru, terdiri dari calon Kepala dan Wakil Kepala, serta 5 anggota Jaksa Agung yang baru. Istana Kepresidenan pada hari Kamis tanggal 1 September pada waktu pagi hari mengumumkan Hsu Tzong-li sebagai Kepala dan Tsai Chung-tun sebagai Wakil Kepala Yuan Yudisial. Sementara itu untuk Jaksa Agung yang baru, terdiri dari Hsu Chih-hsiung, Iris Chang, Huang Ruei-ming, Jan Sheng-lin dan Huang Chao-Yuan.
Wakil Presiden Chen Chien-jen yang merangkap sebagai koordinator pengusungan para calon pejabat baru dalam tubuh Yuan Yudisial, dalam jumpa pers yang diselenggarakan juga turut memperkenalkan latar belakang masing-masing pejabat yang baru. Chen menyebutkan bahwa pencalonan dan pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Yuan Yudisial yang baru harus melewati berbagai tahapan yang cukup rumit, mengingat tugas reformasi dalam tubuh Yuan Yudisial merupakan sebuah tugas yang besar dan penting. Presiden Tsai Ing-wen dalam masa pemilihan juga turut mempertimbangkan berbagai masukan dan pendapat dari masyarakat luas.
Chen Chien-jen mengatakan, “Hsu Tzong-li sebelumnya sempat menjabat sebagai dosen di National Taiwan University juga sebagai Jaksa Agung. Tsai Chung-tun sebelumnya adalah Jaksa Agung, juga sempat menjabat sebagai Ketua Pelaksana Asosiasi Kejaksaan, dimana paduan kedua pihak yang tadi disebutkan merupakan sebuah paduan yang sangat kuat, dan dapat menjalankan tugas Yuan Yudisial dengan baik di masa yang akan datang. Kami juga percaya bahwa dengan memadukan dunia pendidikan, pengalaman yang kuat serta kekuatan dari sosial masyarakat, maka reformasi dalam tubuh Yuan Yudisial dapat berjalan dengan baik dan lancar.”
Hsu Tzong-li adalah professor kelulusan dari Universitas Georg August Göttingen, Jerman, jurusan hukum. Sementara Tsai Chung-tun adalah professor kelulusan dari National Cheng Chi University, Taiwan, jurusan hukum.