(Taiwan, ROC) Angka partisipasi politik kaum wanita Taiwan mengalami pertumbuhan besar dalam sepuluh tahun terakhir. Saat ini, angka tersebut telah lebih tinggi dari negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, namun masih ada ruang kemajuan bila dibandingkan negara-negara Eropa dan Amerika.
Menurut statistik terbaru yang dirilis Kementrian Tenaga Kerja (MOL) pada hari Senin, 29 Agustus, tenaga kerja yang bekerja sebagai wakil rakyat, eksekutif dan manager pada 2015 berjumlah 387.000 orang. Di antaranya, lelaki mendominasi 74,7%, wanita 25,3%.
Meski jauh lebih rendah dibandingkan pria, jelas MOL, proporsi kaum wanita sudah jauh lebih tinggi daripada 2005, secara keseluruhan naik 9% menjadi 16,3%.
Laporan MOL juga menunjukkan, Amerika Serikat adalah negara dengan angka partisipasi politik wanita tertinggi yaitu 43,6%. Menyusul di urutan kedua adalah Swedia dengan 39,5%. Meski lebih rendah daripada negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, Taiwan mencatat angka 25,3%, lebih tinggi banyak dibandingkan 12,5% yang dicatat di Jepang dan 10,5% di Korea Selatan.
Sementara itu, dalam kategori tenaga kerja profesional, jumlah total di Taiwan mencapai 1,37 juta orang, pria 46,9%, wanita 53,1%. Tidak hanya proporsi wanita lebih tinggi, angka yang dicatat juga meningkat 1,8% banding 51,3% yang dicatat pada 2005.
Dalam kategori tenaga kerja teknis dan deputi profesional, jumlahnya 2,019 juta orang, pria 50,8%, wanita 49,2%. Perbandingan ini boleh dikata tidak berbeda jauh, dan rasio wanita juga mencatat peningkatan 7,8% dibandingkan 41,4% untuk 2005.