(Taiwan, ROC) – Wakil Presiden Chen Chien-jen pada hari Kamis tanggal 25 Agustus saat menghadiri kegiatan seminar pengadaan perusahaan pembangkit listrik tenaga angin internasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Perekonomian atau MOEA, menyampaikan bahwa kini telah memasuki masa pendayagunaan ulang sumber energi, sehingga jika tidak segera diambil tindak lanjut yang nyata, maka akan dapat segera termarginalisasi. Selain itu, Chen berpendapat bahwa dalam membahas masalah pembangunan sumber daya energi daur ulang, tidak hanya cukup membahas sumber daya energi tenaga nuklir, karena hal yang paling penting adalah berhubungan dengan pembangunan Taiwan yang berkesinambungan di masa yang akan datang.
Pihak MOEA menggelar seminar pengadaan sumber energi tenaga angin, dengan turut mengundang 22 perwakilan negara yang ada di Taiwan.
Dalam sambutannya Chen mengatakan, “Masa penggunaan sumber daya energi daur ulang telah tiba, jika Taiwan tidak segera menindaklanjutinya secara nyata, maka berkemungkinan dapat tergantikan dengan trendi baru yang berlaku di dunia. ”
Wakil Presiden menjelaskan seiring dengan pemanasan global yang terjadi dan perubahan dalam lingkungan hidup, telah mengakibatkan bencana bagi manusia. Dalam pendayagunaan sumber energi daur ulang, dapat menghasilkan energi yang rendah polusi karbon, selain itu juga lebih aman dibandingkan dengan tenaga nuklir. Chen menegaskan bahwa keamanan sumber energi juga merupakan keamanan sebuah negara. Untuk itu dalam membahas masalah sumber energi daur ulang, tidak hanya semata membahas sumber energi tenaga nuklir.
Dalam mendorong sumber energi ramah lingkungan, Chen berharap dapat memasukkan teknologi baru internasional, pengalaman dan juga dana investasi ke Taiwan. Hal ini juga berguna untuk mempercepat perubahan pendayagunaan sumber energi yang ada dan melengkapi mata rantai perindustrian di Taiwan.
Sehubungan dengan kesulitan dan kerumitan pembangunan sumber energi tenaga angin luar pulau, dirinya berharap Taiwan dapat berhasil memecahkan kendala yang ada, sehingga teknologi yang ada dapat dibagikan juga kepada negara-negara di kawasan Asia lainnya.