History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

UNAIDS Himbau Taiwan Bebas Diskriminasi

  • 24 August, 2016
  • Editor
UNAIDS Himbau Taiwan Bebas Diskriminasi
Organisasi PBB, UNAIDS

(Taiwan, ROC) – Untuk pertama kalinya, Organisasi PBB, UNAIDS menyampaikan seruan terbuka soal kasus “Ali” yang terkena virus HIV di Taiwan, mengimbau agar “Nol Diskriminasi”.

 

UNAIDS cabang Asia Pasifik yang bermarkas di Bangkok, Thailand saat menjawab pertanyaan dari wartawan Kantor Berita CNA menyampaikan bahwa pihaknya tidak berkomentar tentang kasus yang masih di persidangan, namun pada prinsipnya nol diskriminasi terhadap pasien AIDS, yaitu dibangun diatas landasan kesehatan dan sosial termasuk pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, yudisial dan komunitas, harus nol diskriminasi.

 

Dari informasi yang diketahui bahwa, kantor UNAIDS di Bangkok secara tertutup pernah menyinggung kasus “Ali” dan sekarang secara terbuka menyampaikan sikap dan kebijakan terhadap hak asasi manusia pengidap AIDS, ini menunjukan bahwa organisasi internasional ini turut prihatin dengan kasus ini.

 

Ali adalah seorang mahasiswa yang sedang studi di “Universitas Negeri Pertahanan” (NDU), dalam sebuah pemeriksaan kesehatan ditemukan virus HIV, sejak saat itu muncul berbagai cara agar yang bersangkutan mengundurkan diri secara terhormat namun pada akhirnya pihak sekolah dengan alasan gagal di mata pelajaran etika lalu dikeluarkan dari sekolah. Setelah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menerima tuntutan dari Ali, dengan alasan melindungi dan tidak boleh ada diskriminasi maka menuntut NDU dan kasus ini sudah masuk jalur hukum selama 2 tahun.

 

Terungkapnya kasus ini, Perdana Menteri Lin Chuan (林全) menyampaikan bahwa harus menghormati HAM pengidap AIDS, menentang segala hal yang berhubung dengan diskriminasi, meminta kepada NDU mengeluarkan Surat Bukti Kemampuan Akademik dan menghentikan sementara tuntutan pengembalian beasiswa kepada yang bersangkutan. Presiden Tsai Ying-wen secara terbuka kepada wartawan juga menyampaikan, mendukung perjuangan HAM mahasiswa pengidap AIDS dan “bukan hanya tidak mendiskriminasi masih harus memberikan perhatian yang lebih”.

 

Kalangan medis juga berpendapat bahwa tindakan yang diambil oleh Kementerian Pertahanan dinilai kurang tepat, minim pengetahuan tetang penyakit AIDS dan disaat yang bersamaan juga terbukti telah melakukan diskriminasi kepada pengidap.

Komentar

Terbarumore