(Taiwan, ROC) – Hari ini (4) bertepatan dengan jatuhnya 25 tahun insiden Demonstrasi Tienanmen, Presiden negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) hari ini menyampaikan, setiap tanggal 4 Juni, beliau sangat sedih mengapa perjalanan demokrasi Tionghoa sangat berliku-liku? Dalam insiden tersebut, semua orang dapat melihat, bagi orang Tionghoa untuk mendapatkan kebebasan membutuhkan pengorbanan yang besar, beliau sangat berharap agar pemerintah Daratan Tiongkok dapat merenunginya dengan sungguh-sungguh, sesegera mungkin memulihkan politik, menjamin insiden seperti itu tidak akan terulang kembali.
Selama 27 tahun semenjak Taiwan menghapus Darurat Militer hingga sekarang, tutur beliau, berbagai macam aksi demonstrasi terus terjadi namun masyarakat Taiwan semakin mampu menerima perbedaan pendapat dan cara pikir, pengalaman Taiwan mengajarkan, asal berpegang teguh kepada demokrasi baru mampu menghilangkan kecemasan sosial, menanggapi permintaan rakyat dan yang pada akhirnya baru bisa mendapat dukungan dari rakyat yang berkesinambungan.
Demokrasi bukan hanya sistem kepemerintahan, kata kepala negara, tapi juga pola hidup yang beradab, kaum muda Daratan Tiongkok juga mulai mengakui hal itu. 25 tahun telah berlalu, presiden Ma sangat yakin Daratan Tiongkok yang sekarang adalah kesempatan yang terbaik dalam sejarah untuk mengimplementasikan reformasi politik, memperdalam kepemerintahan yang demokratis. Beliau juga menyampaikan, 30 tahun ini ekonomi Daratan Tiongkok maju dengan pesat, pendidikan dan modernisasi rakyatnya pasti berhak memiliki lingkungan yang demokrasi, yudikatif yang independen dan kepemerintahan yang bekerja sesuai dengan undang-undang dan melindungi Hak Asasi Manusia.
Presiden Ma juga menyampaikan, bahwa beliau dalam beberapa kali upacara terbuka peringatan insiden ini menegaskan, cara yang paling efisien untuk mendekatkan hati rakyat antar selat adalah Daratan Tiongkok memperlakukan aktivis dengan baik, toleransi terhadap minoritas, selain dapat meningkatkan posisi penguasa dan jusifiksi juga memberikan pesan yang tegas kepada Taiwan bahwa “Reformasi politik Daratan Tiongkok adalah serius”, kalau dibandingkan dengan memberikan “kemudahaan” ekonomi maka akan lebih mendapatkan apresiasi dan kehormatan rakyat antar selat dan masyarakat dunia, dimana tentu akan merubah stereotip masyarakat Taiwan terhadap Daratan Tiongkok.
Beliau peracaya Tionghoa adalah suku yang memiliki kearifan untuk melukis sejarah, kata Ma, dan berharap Daratan Tiongkok berusaha untuk mereformasi politiknya sehingga mampu membuka era kepemerintahan demokrasi di Daratan Tiongkok. Beliau juga berharap agar demokrasi menjadi bahasa bersama dan kebebasan serta kesejahteraan yang merata menjadi mimpi bersama antar selat.